Penguatan Kapasitas Karang Taruna melalui Program Pengelolaan Bank Sampah untuk Masyarakat yang Berkelanjutan

Authors

  • Herlina Muzanah Zain Lina Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta
  • Yanuar Rahmadan Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta
  • Bobby Reza Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta
  • Nayla Olivia Detyanti Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta
  • Ijtafarukal Valent Khameini Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.55314/jcoment.v6i4.1064

Keywords:

Bank Sampah, Digitalisasi, Karang Taruna, Teknologi Tepat Guna

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah di wilayah perkotaan memerlukan pendekatan inovatif yang melibatkan peran aktif masyarakat. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) berjudul “Penguatan Kapasitas Karang Taruna melalui Program Pengelolaan Bank Sampah untuk Masyarakat yang Berkelanjutan” bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan Karang Taruna Langgar melalui penerapan teknologi tepat guna dan digitalisasi dalam sistem pengelolaan bank sampah berbasis masyarakat. Mitra dipilih karena memiliki potensi sosial yang kuat, namun menghadapi kendala pada aspek manajerial, pengetahuan kelembagaan, dan pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan lingkungan. Kegiatan dilaksanakan melalui lima tahapan utama, yaitu survei lokasi dan identifikasi masalah, sosialisasi pendirian bank sampah, pelatihan digitalisasi pengelolaan, penerapan teknologi penghancur sampah plastik, serta pendampingan dan evaluasi. Metode pelaksanaan bersifat partisipatif, menekankan pada transfer pengetahuan dan penerapan teknologi tepat guna. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan signifikan pada kapasitas teknis dan manajerial mitra. Karang Taruna mampu menyusun struktur organisasi dan AD/ART Bank Sampah, mengoperasikan situs web pengelolaan digital melalui https://banksampahlanggar.com, serta mengelola mesin pencacah plastik secara mandiri. Program ini menghasilkan dua bentuk inovasi utama, yakni teknologi hard berupa mesin pencacah plastik dan teknologi soft berupa sistem digital manajemen bank sampah. Dampak kegiatan menunjukkan tingkat kepuasan mitra yang sangat tinggi serta peningkatan efisiensi operasional melalui integrasi sistem digital. Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini berhasil memperkuat kapasitas kelembagaan Karang Taruna, meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat, serta menghasilkan model pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di komunitas lain.

References

Damanhuri E. (2025). Longsornya TPA Leuwigajah Melengkapi Citra Buruk TPA di Indonesia. Departemen Teknik Lingkungan FTSP ITB.

El Haggar S. (2010). Sustainable industrial design and waste management: cradle-to-cradle for sustainable development. Academic Press.

Ginting WO, Ardian M. (2022). Penguatan Kelembagaan Dan Pemberdayaan Karang Taruna Melalui Optimalisasi Organisasi Dalam Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat Sebagai Upaya Meningkatkan Peran Pemuda di Desa Kuta Buluh Kecamatan Tanah Pinem Kabupaten Dairi. ABDI MASSA: Jurnal Pengabdian Nasional (e-ISSN: 2797-0493). 2022;2(02):1-8.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2023). Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN). KLHK RI.

Purba HD, Meidiana C, Adrianto DW. (2014). Waste management scenario through community based waste bank: A case study of Kepanjen district, Malang regency, Indonesia. International Journal of Environmental Science and Development. 2014;5(2):212

Rahmawati, D., & Suryani, L. (2022). Peran Bank Sampah dalam Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Masyarakat. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 112–120.

Sari, M. D. (2021). Ekonomi Sirkular dalam Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas. Jurnal Inovasi Lingkungan, 4(1), 45–53.

Soliha IA, Dheasari AE, Wahyudi M, Robbaniyah A. (2024).Penguatan Peran Karang Taruna Dalam Pemberdayaan Masyarakat Di Desa Jangur Melalui Program Pengabdian Masyarakat. MULJEH. 2024;1(1):49-62.

Published

2025-12-16