YAMNE FATANON Konsep Persaudaraan di Tengah Perbedaan Agama Masyarakat Adat Mat Bat
Keywords:
Adat Mat Dat, Fatanon, Raja AmpatAbstract
Penulis: Marwan Sileuw ; Muhamad Yusuf ; Talabudin Umkabu ; Mohamad Romli Wihel ; Rachmad Surya Muhandy
ISBN: xxx-xxx-xxxx-xx-x
Editor: Rachmad Surya Muhandy
Copy Editor: Iman amanda Permatasari
Tebal Buku: iv+61 Hlm; 14,8 Cm X 21 Cm. Cetakan I, …………… 2023
Link Shoppe: thejournalish store
Perbedaan agama dapat menimbulkan Triger diantara warga masyarakat, namun hal ini dapat diredam dengan persamaan budaya. Dimana dengan persamaan budaya perbedaan agama tidak serta merta meruntuhkan rasa persaudaraan diantara masyarakat, hal ini terbukti dengan terpeliharanya budaya masyarakat sehingga mampu menjaga rasa persaudaraan di kalangan masyarakat adat Mat Bat yang ada di Kampung Gamta yang beragama Islam dan kampung Magei yang beragama Kristen Protestan. Mereka hidup rukun dan damai serta tetap menjaga toleransi antar umat beragama dengan mengedepankan budaya mereka sebagai orang Mat Bat yang berasal dari satu leluhur, sehigga tidak dapat di pisahkan antara satu dengan lainnya walaupun berbeda agama, dengan tetap melestarikan berbagai tradisi unik yang tidak terdapat di daerah lainnya dan tetap terpelihara hingga saat ini.
Hal ini merupakan contoh teladan yang telah dilakukan oleh masyarakat Papua Barat tepatnya yang berada di Distrik Misool Barat Kepulauan Raja Ampat yang mengedepankan budayanya untuk tetap menjaga rasa persaudaraan diantara warga masyarakat adat yang ada di kedua kampung tersebut.
References
Akhamd, 2015. Di Bawah Sinar Obor Flare, Respons Orang Sumuri Terhadap Kekuatan Ekonomi Global. Yogyakarta. Disertasi, FIB, UGM.
Abdulah Irwan.2002. ”Tantangan Pembangunan Ekonomi dan Transformasi Sosial:Suatu Pendekatan Budaya”. Jurnal Humaniora Vol. XIV. No.3, Yogyakarta.
_____________.2010. ”Konstruksi dan Reprodusi Kebudayaan”. Yogyakarta, Pustaka Pelajar.
Arwani Muhamad.2013. “Transformasi Tradisi Berkat, Pergulatan Kelas Dan Status Sosial Dalam Ritual Mauludan”. Menjaga Tradisi Dan Menggapai Pahala. Yogyakarta, Tici Publications.
Bachtiar, H.W.1993. Sejarah Irian Jaya dalam Irian Jaya Membangun Masyarakat Majemuk (Ed. Koentjaraningrat), Jakarta, Jambatan.
Boelaars, Jan.1986. Manusia Irian Dahulu Sekarang dan Masa Depan. Jakarta. Gramedia.
Castells Manuel.2010, The Power of Identity, Cambridge: Wiley Blackwell.
Ghazali Adeng Muchtar.2011. “Antropologi Agama”. Bandung, Alfa Beta.
Geertz Clifford.1989. Abangan, Santri dan Priyayi dalam Masyarakat Jawa. Jakarta, Pustaka Jaya
Hasse, J.2009. Adat dan Islam di Bugis dalam Dinamika Masyarakat dan Kebudayaan Kontemporer, Yogayakarta, Pustaka Pelajar.
Houve Van.1985. Ensiklopedia Indonesia, Jilid V. Jakarta. Ikhtiar Baru.
Iribaram, Suparto.2013. Satu Tiga Batu, (Tesis Magister), Jogjakarta, UGM, FIB
Konetrjaringart.1987. Sejarah Teori Antropologi I, Jakarta, UI Press.
Kelompok Peneliti Etnografi Irian Jaya.1993. “Etnografi Irian Jaya” Panduan Sosial Budaya.
Levi-Strauss Claude.1997. “Mitos, Dukun dan Sihir”. Yogyakarta.
Kanisius Mansoben, J.R.1995. Sistem Politik Tradisional di Irian Jaya, LIPI-RUL, Jakarta.
Nawiruddin dan Malla.2013. Pembinaan Ummat Berbasis Multikultural, Jakarta Sejahtera Kita
Pals L. Daniel.2012. Seven Theories Of Religion. Tujuh Teori Agama Paling Komprehensif. Jogjakarta, IRCiSoD.
Rais, Muhammad.2010.Islamdan Kearifan Lokal; Dialektika Faham dan Praktik Keagamaan Komunitas Kokoda-Papua dalam Budaya Lokal. Annual Conference on Islamic Studies Banjarmasin.
Russel Wallace Alfred.2015. Sejarah Nusantara. The Malay Archipelago. Yogyakarta, Indoliterasi.
Raucek S. Joseph dan Warren L. Roland. 1984. “Pengantar Sosiologi”. Jakarta, Bina Aksara.
Rahman. F.1982. “What Islam Culture”. Surabaya, Usaha Nasional.
Radam, Noerdi Halowi.2001. Religi Orang Bukit, Suatu Lukisan Struktur dan Fungsi dalam Kehidupan Sosial Ekonomi, Yogyakarta, Yayasan Semesta.
Sobari, Mohammad.1997.Ciater, 1989 : Islam dan Pedagang Betawi dalam Fenomena Dukun dalam Budaya Kita, Jakarta: Pustaka Firdaus.
Suhardi.2000 Sejarah, Mitologi, Kepercayaan, dan Agama dalam “Menjaga Alam Membela Masyarakat: Komunitas Lokal dan Pemanfaatan Mangrove di Teluk Bintuni”, Yogyakarta, LAFADL Pustaka dan PSAP UGM.
Suparlan Parsudi .2004. Hubungan antar suku Bangsa, Jakarta: Penerbit KIK.
Soekanto Soerjono.1985. ”Aturan-aturan Metode Sosiologis”. Jakarta : CV. Rajawali.
Turner S. Bryan. 2012. “Teori Sosial Dari Klasik Sampai Postmodern”. Yogyakarta, Pustaka Pelajar.
Van Haselt, F.J.F.2002. Di Tanah Orang Papua. Papua. Yayasan Timotius Papua Bekerjasama Dengan Yayasan HAPIN Belanda.




