Cerita Sejarah Nama-nama Dusun di Bengkulu Selatan

Authors

  • Helny Marsusanti
  • Rani Noviana Sianturi

Abstract

Penulis: Helny Marsusanti, Rani Noviana Sianturi, Yeremia Tiara Panjaitan, Rafi Nurhakim, Saiful Bagus Aji Tri Cahyo, M. Mahdy Egy Syahputra, M. Fadli Akbar, M. Hasbi Alfitro, Rehandiko E. A. , Wahyu Saputra, Muhammad Rafly Syahendra, M. Aditya Algifari, Roni Leonarta, Dkk

ISBN: xxx-xxx-xxxx-xx-x

Editor: Ahd Idrus, M.Pd

Copy Editor: Juhari, Tetap Udin, Anonim, Yanwar, Wistinsyairi, S.Pd.I, Miludin, Wihinudin, Aswanto, Da’is, Usman Sariyadi, Yuhar, Sapi’i, Yanudi, Burhan, Asli Soleh, Hamadi, Bakhri, Salan, Ilias, Lasimudin, Hakimin, Marhalim, Lutfi Pan. Sa’a, M. Syafi’I, A. Karim

Tebal Buku: ix+221 Hlm; 14,8 Cm X 21 Cm. Cetakan I, …………… 2023

Link Shoppe: thejournalish store

Deskripsi:

Pada zaman dahulu sekitar Tahun 1850 yang lalu hiduplah empat orang laki-laki bersaudara. Mereka adalah anak-anak yatim piatu. Ayah dan ibu mereka meninggal saat mereka sudah mulai menginjak dewasa. Mereka memiliki hubungan yang baik satu dengan yang lain. Mereka selalu peduli pada saudara mereka yang sedang mengalami kesulitan. Setiap hari mereka selelalu bekerja sama dalam melakukan segala pekerjaan. Suatu hari saudara yang paling sulung di antara mereka memikirkan apa yang harus dilakukan untuk merubah nasib hidup mereka. Kemudian terbersitlah dalam pikiran saudara sulung mereka itu untuk pergi merantau. Hal ini terpikir oleh si sulung merasa, bahwa ia dan saudaranya harus mencari suasana hidup baru yang lebih layak dari hidup sebelumnya. Kemudian si sulung pergi menemui saudaranya, lalu menyampaikan idenya tersebut. Si sulung berkata berkata “Adik-adikku, bagaimana jika kita pergi merantau untuk mengubah nasib kita?” Setelah pertemuan itu si sulung mengharapkan agar saudara- saudaranya mengabulkan maksudnya tersebut. “Kami menyetujui rencanamu itu, Kak” jawab saudara si sulung bertiga serempak. Semua saudaranya setuju dengan rencana yang dicetuskan oleh si sulung itu.

Published

2023-05-11