KH Ahmad Dahlan dan Siti Walidah: Santri Kauman Perintis 'Aisyiyah Berkemajuan
Abstract
PENULIS: Lailatul Huda
ISBN: xxx-xx-xx-xxx
EDITOR: Wendi Firnanda
DESAIN SAMPUL: Awang Dirgantara
PENERBIT: The Journal Publishing
JUMLAH HAL+TEBAL: iv+400 Hlm; 18 x 25 cm.
CETAKAN: I, November 2022
Harga: Rp70.000
Beli Buku: Shopee
Kampung Kauman sesungguhnya merupakan salah satu miniatur keraton kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat di samping perkampungan kasultanan yang lain di sekitar keraton seperti kampung Kesatrian, kampung Kemitbumen, kampung Ndagen, kampung Suronatan, Notoprajan, Wiroprajan, dll. Penamaannya oleh sultan sesuai dengan profesi mereka. Lain halnya dengan H.Adaby Darban yang juga sejarawan, senada dalam hal ini dengan mengemukakan bahwa dilihat dari asal-usul dan arti kata Kauman, maka Kauman berasal dari kata “pa-kaum-an”, “pa” berarti tempat, sedangkan “kaum” dari kata qoimuddin yaitu penegak agama. Sudah barang tentu, Kauman adalah tempat para penegak agama atau para ulama dan para santri, mereka bertempat tinggal di Kauman terletak di sebelah baratnya Masjid Gedhe Keraton.
References
Kongres Wanita Indonesia, Sejarah Setengah Abad Pergerakan Wanita Indonesia (Jakarta : PN Balai Pustaka, 1978), hlm. 30.
Hasil wawancara dengan H. Jili, Yogyakarta, 20 Agustus 1997.
Kongres Besar Muhammadiyah ke-16, Hal Siswo Projo Wanito “dalam Majallah Woelanan Soeara ‘Aisjijah, No. 4. Th. Ke-1, (Djogdjakarta: Moehammadiyah BG. ‘Aisjijah, 1927), hlm. 64.
Prof. Dr.Soerjono Sokato, Sosiologi Suatu Pengantar, hlm. 301.
Wawancara langsung dengan H. Jili, 1997.
Djarmawi Hadikusumo, Dari Jamaluddin Al-Afgani Sampai K.H. Ahmad Dahlan, Cetakan ketiga, (Yogyakarta: Persatuan), hal. 81, lihat juga Kongres Wanita Indonesia,tentang berdirinya ‘Aisyiyah pada tanggal 27 Rajab 1335 H bertepatan 19 Mei 1917, dalam “Sejarah Setengah Abad Pergerakan Wanita Indonesia, (Jakarta: PN Balai Pustaka, 1978), hlm. 2. Lihat juga tentang berdirinya ‘Aisyiyah 17 Rajab 1335, PP. “Aisyiyah, op.cit., hlm. 27.
L. Stoddart, Dunia Baru Islam, Terjemahan, (Jakarta: Panitia Penerbit, 1966), hlm. 307-308.
Koentjaraningrat, Pengantar Ilmu Antropologi, (Jakarta: Rineka Cipta, 2009), hlm. 134-136.
Soeara ‘Aisjijah, No. 11, Th. XV, Yogyakarta, 1940, hal. 835.
Wawancara langsung dengan Bu Istinaroh, Yogyakarta : 4 Maret 1998.
Tentang Mar Ma’ruf Nahi Munkar yaitu mengajak kepada kebaikan, mencegah perbuatan yang jahat, yang merupakan moto Muhammadiyah, selanjutnya, lihat Mitsuo Nakamura, op.cit., hlm. 57.
Wawancara dengan H.Jili, Kauman Yogyakarta, tahun 1997. Lihat juga, Alfian, op.cit.
M. Djindar Tamimy, Latar Belakang Berdirinya Muhammudiyah, dihimpun oleh: Tim Pembina al Islam dan Kemuhammadiyahan, dalam “Muhammadiyah Sejarah dan Amal Usaha”, cetakan pertama, (Yogyakarta: PT. Tiara Wacana Yogya dengan Universitas Muhammadiyah Press, 1990), hlm. 3.
Mitsuo Nakamura, op.cit., hlm. 59.
Muhammadijah setengah abad, hlm 157
Soeara ‘Aisjijah, No. 5, Tn. XV, Yogyakarta : 1940, hal. 317.
Soeara ‘Aisjijah, No. 8, Tn. XV, Yogyakarta : 1940, hal. 491.
Soeara ‘Aisjijah, No. 8, Tn. XV, Yogyakarta : 1940, hal. 497.
Soerjono Soekanto, Sosiologi Suatu Pengantar, Cetakan keenam, (Jakarta: Yayasan Penerbit Universitas Indonesia, 1970), hlm. 143.
Hasil Wawancara dengan H. Jili, Kauman : 14 – 3 – 1998.
Hasil Wawancara dengan H. Jili, Kauman : 14 – 3 – 1998.
Hasil wawancara dengan H. Qomariyah, Istri K.H.A.R. Fahruddin (almarhum), Perumahan Wirokenten Indah, Yogyakarta : 13 – 3 – 1998.
Hasil wawancara dengan Dra. Hj. Istinaroh binti KH. Hanad bin KH. Lurah Nor bin KH.Fadhil, Sabtu, 22 Februari 2020.
Hasil wawancara dengan Prof. Dr.Hj. Siti Chamamah Istinaroh binti KH. Hanad bin KH. Lurah Nor bin KH.Fadhil, Selasa, 24 Februari 2020.
M.Yusron Asrofie, Kyai Haji Ahmad Dahlan Pemikiran Dan Kepemimpinannya, Yogyakarta:Yogyakarta Offset, 1983
Babad Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat Silsilah Raja-Raja Mataram, Semarang: Intermendia Paramadina, Cet. I, 2007.
G.F. Pijper (Terjemah Tudjimah), Fragmentasi Islamica, Jakarta: UI-Press, Cet. I, 1987
Mu’arif, Hajar Nur Setyowati, Srikandi-Srikandi ‘Aisyiyah, Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, Cetakan kesatu, 2011.
M. Yunus Anis, Amal Ngabdian Dan Perjuangannya, Yogyakarta: Majlis Pustaka Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Cetakan Pertama, 1999.
M. Yunus Anis, Riwayat Hidup Nyai Ahmad Dahlan Ibu Muhammdiyah dan ‘Aisyiyah Pelopor Pergerakan Indonesia,
Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Anggaran Dasar ‘Aisyiyah Dan Anggaran Rumah Tangga ‘Aisyiyah, Yogyakarta, 2005.
Muhammadiyah Setengah Abad 1912-1962, Makin Lama Makin Tjinta, Jakarta: Departemen Penerangan, 1962.
Sartono Kartodirdjo, Pendekatan Ilmu Sosial Dalam Metodologi Sejarah, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, Cetakan Kedua, 1992.
Tim Penyusun Esti Kartikaningsih, Diah Ismiatun, dkk, Dinamika Pendidikan Islam di Jawa Timur, Surabaya: Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Seri Pembuatan Naskah Sumber Arsip No. 13, 2011.
Ahmad Adaby Darban, “Sejarah Kauman-Menguak Identitas Kampung Muhammadiyah”, Suara Muhammadiyah, Yogyakarta, 2010
Dhofier, Zamakhsyari, “Tradisi Pesantren-Studi Pandangan Hidup Kyai dan Visinya Mengenai Masa Depan Indonesia”, LP3ES, anggota Ikapi, Jakarta, 2019
Huda, Lailatul, “Arsip Obyek Penelitian Sejarah”, UIN Sunan Ampel Press (UIN SA Press), Surabaya, 2014
Huda, Lailatul, “Sejarah Batik Luhur GBRAY Murdokusumo Leluhur Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Tahun 1944-2017”, JDS, Surabaya, 2018




