DIMENSI-DIMENSI SOFT SKILL’S DALAM PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN
Abstract
Sebagaimana kita pahami bersama bahwa, Gerakan Pramuka adalah gerakan pendidikan non formal yang bersifat sukarela, tidak memandang latar belakang etnis, suku, ras, agama, karena itu Pramuka merupakan gerakan pendidikan yang terbuka untuk semua golongan. Pendidikan kepramukaan bertujuan untuk membentuk karakter kaum muda sehingga memiliki watak, kepribadian, dan rasa kebersamaan, kepedulian tinggi untuk sesama, baik terhadap mahluk sosial maupun terhadap alam lingkungan di sekitarnya. Selain itu melalui pendidikan kepramukaan kaum muda juga dibekali berbagai bentuk kecakapan hidup dan semangat kebangsaan agar memiliki rasa cinta tanah air, patriot, dan semangat bela negara.
Generasi muda merupakan generasi pelanjut yang perlu dibina, perlu dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan, agar mereka dapat mengasah dan mengolah serta mengembangkan keterampilannya seoptimal mungkin, bukan itu saja, tapi melalui Gerakan Pramuka diharapkan kaum muda Indonesia akan dapat menjadi pemuda tangguh yang penuh disiplin, tanggung jawab, memiliki tenggang rasa, bersahaja, mandiri, dan penuh keceriaan.
Kepada semua pihak yang telah turut menyumbangkan pikiran dan tenaga, sampai selesainya penyusunan buku ini, kami menyampaikan ucapan terima kasih, semoga karya-karya yang tertuang dalam buku ini dapat dimanfaatkan dan berguna sebagai referensi kita dan masyarakat umum untuk mengenali dan memahami lebih jauh tentang pendidikan kepramukaan yang dilandasi Satya dan Darma Pramuka.
References
Assauri, S., Aprinto, B., & Jacob, F. A. (2014). Pedoman Lengkap Soft Skills; Kunci Sukses dalam Karier, Bisnis, dan Kehidupan Pribadi. Makasar : PPM.
Barling, J., Slater, F., & Kevin Kelloway, E. (2000). Transformational leadership and emotional intelligence: an exploratory study. Leadership & Organization Development Journal, 21(3), 157–161. https://doi.org/10.1108/01437730010325040
Elfindri, D. K. K., Wello, M. B., Tobing, P., Yanti, F., Zein, E. E., & Indra, R. (2010). Soft skills untuk Pendidik. In Baduose Media: Jakarta.
Indonesia, T. R. K. B. B. (2002). Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002). Balai Pustaka.
Keppres RI. (1961). Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 238 Tahun 1961. Tentang Gerakan Pramuka (pp. 1–10).
Munas Gerakan Pramuka. (2018). Lampiran Keputusan Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka 2018 Nomor: 07/Munas/2018 Anggaran Dasar Dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka (pp. 1–61).
O’Brien, P. (2002). Making College Count: A Real World Look at How To Succeed in College. Ten Speed Press.
Purwoastuti, E., & Walyani, E. S. (2015). Perilaku Softskill Kesehatan “Panduan Untuk Tenaga Kesehatan. Yogyakarta: Pustaka Buku Press.
Putra, I. S., & Pratiwi, A. (2005). Sukses dengan soft skills. In Bandung: ITB.
Sailah, I. (2008). Pengembangan soft skills di perguruan tinggi. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, 11.
Sternberg, R. J. (1999). The theory of successful intelligence. Review of General Psychology, 3(4), 292–316.
Sugiyanto. (2009). Sisi Lain Soft Skill’s Study Entertainment. Yogyakarta : APMD Press.
Sugiyanto. (2016). Modul Latihan Ketrampilan Manaajemen Mahasiswa Tingkat Menegah. Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD.”
Sumner, M., & Yager, S. E. (2008). An investigation of preparedness and importance of mis competencies: research in progress. Proceedings of the 2008 ACM SIGMIS CPR Conference on Computer Personnel Doctoral Consortium and Research, 97–111.
Suranto, S., & Rusdianti, F. (2018). Pengalaman berorganisasi dalam membentuk soft skill mahasiswa. Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, 28(1), 58–65.
Syah, M. (2001). Psikologi pendidikan dengan pendekatan baru. Bandung : Remaja Rosdakarya.




