BALI : NASIONALISME DALAM RELIGI
Abstract
Bali : Nasionalisme Dalam Religi yang diangkat dari hasil penelitian “Religiusisasi Simbol Negara dalam Praktik Keberagamaan Umat Hindu di Bali”. Sebuah fenomena kebudayaan yang luput dari pantauan, karena semata-mata berupa entitas budaya postmodern. Peneliti mencoba menelusuri ada apa di balik fenomena budaya Bali ini, yang sesungguhnya telah ada sejak masuknya paham Hindu ke Nusantara dan sebaliknya setelah adanya kolonialisme sampai pada zaman kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Buku ini sangat penting diterbitkan yang bertujuan untuk menggali simbol-simbol Negara yang dipergunakan di dalam kegiatan beragama dan berupacara umat Hindu di Bali. Analisa penelitian ini tidak terlepas pada simbiosis mutualisme Nilai budaya Hindu dengan nilai Nasionalisme pada zaman perjuangan melawan penjajah sampai pada zaman kemerdekaan Republik Indonesia. Tentu buku ini ingin memberikan penjelasan bahwa sumber-sumber budaya lokal memiliki outentisitas kebenaran sebagaimana penolakan kaum postmodern terhadap ketunggalan kebenaran, akhirnya melahirkan pluralitas paradigma kebenaran. Di samping itu pemahaman akan simbiosis mutualisme nilai agama dengan nilai nasionalisme sebagai dasar membangun rumah moderasi beragama terhadap degradasi nilai-nilai nasionalisme dewasa ini.
Simbol-simbol agama Hindu di Bali telah berakulturasi dengan simbol-simbol Negara, serta paham nasionalis yang diperkuat berdasarkan isi teks-teks lontar dan kitab suci dan susastra Hindu yang bersesuaian dengan bentuk dan makna dengan simbol-simbol Negara, demikian sebaliknya masyarakat yang belum memahami simbol-simbol tersebut melihat, kemungkinan memaknai simbol-simbol agama berakar pada simbol-simbol Negara yang berhubungan dengan aktivitas religius umat Hindu di Bali.
References
Abercrombie, Nicholas. Stephen Hill, Bryan S.Tuner.2010. Kamus Sosiologi. Yogyakarta:Pustaka Pelajar.
Abdullah, Irwan.2006. Konstruksi dan Reproduksi Kebudayaan, Yogyakarta:Pustaka Pelajar.
Adam Kuper & Jessica Cuper. 2000. Ensiklopedi Ilmu-Ilmu Sosial, edisi kedua. PT RajaGrafindo Persada : Jakarta.
A G Mitchell, 1993. Hindu Gods and Goddesses. New Delhi : UBS Publishers’ Distributor Ltd.
Ali, Sayuti, 2002. Metodologi Penelitian Agama Pendekatan Teori & Praktik. Jakarta : Raja Grafindo Persada.
Basrowi dan Sudikin. 2002. Metode Penelitian Kualitatif Perspektif Mikro. Grounded Theory, Fenomenologi, Etnometodologi, Etnografi, Dramaturgi, Interaksi Simbolik, Hermeneutik, Konstruksi Sosial, Analisis Wacana, dan Metode Refleksi. Surabaya: Insan Cendekia.
Beilharz, Peter,2005. Teori-Teori Sosial. Yogyakarta : Pustaka Pelajar
Berger, Arthur Asa. 2005. Tanda-Tanda dalam Kebudayaan Kontemporer: Suatu Pengantar Semiotika. Yogyakarta : Tiara Wacana.
Bogdan dan Taylor, 1992. Metode Penelitian Kualitatif: Suatu Pendekatan Fenomenologis terhadap Ilmu-ilmu Sosial. Surabaya : Usaha Nasional.
Danesi, Marcel. 2010. Pesan, Tanda, dan Makna. Buku Teks Dasar mengenai Semiotika dan Teori Komunikasi. Yogyakarta : Jalasutra.
Daniel L. Pals. 2001. Seven Theories of Religion dari Animeisme E.B. Tylor, Materialisme Karl Marx Hingga Antropologi Budaya C. Geertz. Yogyakarta : Qalam
Definsi-pengertian.com/2015/01/definsi-dan-pengertian-hakikat.html
Dinas Pengajaran Daerah Tingkat I Bali, 1993. Kamus Bali-Indonesia. Bali : Pemerintah Daerah Provinsi Bali.
Dwi Roro retno mastuti dan Hastho Bramantyo (perterjemah). 2009. Kakawin Sutasoma Mpu Tantular. Jakarta : Komunitas Bambu.
Edi Boedi Santoso, Mahmud AsvanNur Fitriningsih, Sri Mulyani, 2003. Studi Gambaran Darah Burung Elang yang Dipelihara Di Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta : Jurnal Sain Veteriner 21 (2)
Echols, Sadily, 2005. Kamus Inggris-Indonesia, Jakarta : Gramedia Pustaka Utama
Halliday, M.A.K. & Ruqaiya Hasan,1994. Bahasa, Konteks, dan Teks. Aspek-Aspek Bahasa dalam Pandangan Semiotik Sosial. Yogyakarta: Gajah Mada Univerty Press.
Haris, Munawir. 2019. Diskursus Etika Religius Perspektif Nurcholish Madjid & Franz Magnis-Suseno. Yogyakarta : Pustaka Pelajar).
Hooykaas,C. And T. Gourdriaan, 1971. Stuti and Stava (Bauddha, Śaiva and Vaiṣava) of Balinese Brahman priests. Amsterdam-London: North-Holland Publishing Company.
https://guruppkn.com›tugas-dan-fungsi–hakim-agung
Ivan Th.J. Weismann, https://media.neliti,com> media>publications>10269,
John M. Echols dan Hassa Shadily. 2005. Kamus Inggris Indonesia. Jakarta : PT Gramnedia Jakarta.
Koentjaraningrat, 1987. Sejarah Antropologi I. Jakarta : Universitas Indonesia.
Maswinara, I Wayan.1998. Sistem Filsafat Hindu (Sarva Darśana Samgraha), Surabaya : Pāramita.
Morissan, 2013. Teori Komunikasi Individu Hingga Massa. Jakarta : Kencana Pernada Media Gorup.
Muchtar Ghazali,Adeng. 2011. Antropologi Agama Upaya Memahami Keragaman, Kepercayaan, Keyakinan, dan Agama. Bandung : Alfabeta.
Naffi. Peran Panitera dalam Pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi Peradilan di Indonesia:https://drive.google.com/ file/d/OB5UQVcJ8Df8WRXRBZ3FsLTVLQzg/view?pli=1
Nicholas Abercrombie, Stephen Hill, Bryan S. Tuner. Penerjemah Desi Rahmanu Hidayat, 2004. Krobongan Ruang Sakral Rumah Tradisi Jawa, Surakarta : Jurnal Dimensi Interior . Vol2. No.1. Juni 2004. Jurusan Desain Interior, Fakultas Seni dan Desain-Universitas Kristen Petra
Pemerintah Daerah Provinsi Tingkat I Bali, 1993. Kamus Bali-Indonesia. Denpasar.
Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka:Jakarta.
Retzer,George dan Douglas J. Goodman,2005. Teori Sosiologi Modern. Jakarta Prenada Media.
Ridwan Lubis, 2005. Sosiologi Agama Memahami Perkembangan Agama Dalam Interaksi Sosial,. Jakarta : Prenadamedia Group.
Sugiyono, 2012. Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung : Alfabeta.
Suka Ardanayasa, 2017. Upacara Tepung Tawar dan Jamasan di Kodam IX/Udayana Dalam Perspektif Multikulturalisme. Denpasar : Program Doktor Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar.
Somvir,2001. 108 Mutiara Veda untuk kehidupan sehari-hari. Surabaya : Paramiha.
Sumawa, I Wayan dan Raka Krisnu, Tjokorda, 1993. Darsana. Jakarta : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu dan Budha.
Sutrisno, Mudji dan Hendart Putranto.Ed, 2004. Hermeneutika Pascakolonial Soal Identitas. Yogyakarta : Kanisius.
Syukriadi Sambas, 2016. Antropologi Komunikasi. Bandung : CV Pustaka Setia.
Tanti Yuniar, tt. Kamus lengkap bahasa Indonesia : Agung Media Mulia
Teeuw, Andreas. 1988. Sastra dan Ilmu Sastra pengantar Teori Sastra. Jakarta : PT Dunia Pustaka Jaya.
Tim Penerjemah. 1986. Usana Bali Usana Jawa Teks dan Terjemahan. Bali: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Daerah Tingkat I Bali.
Tim Peneliti, 2016. Wastra di Kabupaten Gianyar Bali Sebagai Representasi Pusaka Budaya Yang Religius Mistik, Surabaya : Paramita.
Tim Penyusun Sejarah Tabanan, 2010.Sejarah Tabanan. Tabanan : Pemerintah Daerah Kabupaten Tabanan.
Titib, 2003. Teologi & Simbol-Simbol Dalam Agama Hindu. Surabaya : Badan Litbang Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat Bekerjasama Dengan PĀRAMITA Surabaya.
Vishwanath Prasad Varma. 1998. Studies In Hindu Political Thouhgt and Its Metaphsical Faundatins. Delhi : Motilal Banarsidas.
www.canva.com. Arti Warna dan Simbolisme Bagaiamana Menggunakan Kekuatan Warna Pada Merek Anda, diunduh 13 Oktober 2019.
Walker, Bejamin. 1995. Hindu World an Encyclopedic Survey Of Hinduism, Vo; I A-L. New Delhi : George Allen & Unwin Ltd.
Wastawa. 2013. Konstruksi makna Sosio Politik Religius Pura Pejuang Taman Suci di Desa Tua, Kecamatan Marga Tabanan. Denpasar : Isntitut Hindu Dharma Negeri Denpasar.
Widnya, I Ketut. 2014. Pujawali Sang Merah Putih di Pura Peninjauan Desa Menyali Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng dan di Asram Ratubagus (Perpspektif Teologi Hindu). Denpasar : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar.
Zoetmulder,P.J. 1983. Kalangwan: Sastra Jawa Kuno Selayang Pandang, (Edisi Terjemahan oleh Dick Hartoko SJ). Jakarta : Djambatan.
Zoetmulder,P.J. 2006. Kamus Jawa Kuno Indonesia, (Edisi Terjemahan oleh Darusuprata dan Sumantri Suprayitna). Jakarta : PT Gramedia.




