Ekoteologi Hindu: Dari Esoterik Menuju Eksoterik
Abstract
EKOTEOLOGI HINDU: DARI ESOTERIK MENUJU EKSOTERIK
Penulis
I Nengah Duija, Ni Kadek Surpi, Puspo Renan Joyo, I Gusti Putu Gede Widiana, Ida Bagus Alit Arta Wiguna, Ni Wayan Sariani Binawati, Suyono, Si Luh Nyoman Seriadi, Ni Nyoman Sudiani, Kadek Aria Prima Dewi PF, Wayan Sukarlinawati, Ni Gusti Ayu Agung Nerawati, Ni Nyoman Rahmawati, I Kadek Abdhi Yasa, Jero Jemiwi, Ni Wayan Pujiastuti, Gede Agus Siswadi, Ni Kadek Juliantari, Ida Ayu Gde Wulandari, I Wayan Jatiyasa, I Gusti Ngurah Triyana
ISBN
xxx-xxx-xxxx-xx-x
Editor
I Ketut Sudarsana
Iman Amanda Permatasari
Penata Letak
Iman Amanda Permatasari
Layout dan Desain Cover
Wendi Firnanda
Penerbit
The Journal Publishing
vi+587 Hlm; 16 cm x 23 cm.
DESKRIPSI:
Ekoteologi Hindu sejatinya bukanlah gagasan baru. Ia berakar dalam ajaran-ajaran mendasar seperti Rta, Tri Hita Karana, Tat Tvam Asi, dan berbagai konsep kosmologis yang menempatkan manusia sebagai bagian utuh dari jagat raya, bukan penguasa tunggal atasnya. Namun dalam perjalanan panjang sejarah, pemaknaan ekoteologis ini sering kali bersifat esoterik—tersimpan dalam teks-teks suci, ritual, simbolisme, dan pemahaman para pandita. Tantangan ekologis masa kini menuntut ajaran tersebut hadir secara eksoterik, terbuka, membumi, dan menjadi pedoman etis bagi kehidupan sehari-hari.
References
Dewi, I. A. P. (2012). Kajian nilai-nilai keutamaan Bhakti Marga Yoga dalam Bhagavadgita. Jurnal Pasupati, 1(2), 52–67.
Hartanto, D. D., & Nurhayati, E. (2017). Falsafah hidup Bhakti Marga Yoga dalam naskah Serat Bhagawad Gita. Jurnal Ikadbudi, 6(2), 65–78.
Joyo, P. R. (2018). Bhakti Marga: Jalan menuju Tuhan melalui cinta kasih. Dharma Duta, 16(1).
Saitya, I. B. S. (2021). Implementasi ajaran Bhakti Marga Yoga di Bali. Sphatika Jurnal Teologi, 12(1), 85–94.
Wisarja, I. K., Suastini, N. N., & Aryani, N. W. (2022). Altruisme Bhakti Marga Yoga dalam Bhagavadgita. SPHATIKA: Jurnal Teologi, 13(1), 14–33.
Dwivedi, O. P. (2006). Etika lingkungan dalam agama Hindu. Jurnal Dharma, 31(4), 371–389.
Gaduh, A. W., & Harsananda, H. (2021). Teo-Ekologi Hindu dalam teks lontar Sri Purana Tatwa. Kamaya, 4(3), 426–437.
Mudita, I W., Damayanti, N. L. A. E., Ratini, N. K., Suparta, I K., Suarnada, I G. M., Yasini, K., Suparman, I N., Sugiarti, & Wirawan, A. B. (2025). Mitigasi krisis lingkungan melalui perspektif Hindu dengan pendekatan ekologis berbasis agama di Pura Amertha Buana Antosari. Jurnal Abdi Nusa, 5(3), 306–312.
Putranti, C. W. (2020). "Bergerak" dan "Berhenti": Pertobatan ekologi sebagai respon darurat ekologi di Asia. Journal of Divinity, Peace and Conflict Studies, 4(1), 87–104.
Scribd. (2024). Tri Hita Karana. (Publikasi Akademik/Lembaga). Diakses dari https://id.scribd.com/document/723934415/Tri-Hita-Karana-1
Subrata, I. W., Wibawa, I. P. S., Artatik, I. G. A. K., & Sukarta, I. B. A. (2017). Hutan dalam lindungan hukum desa adat di Bali: Pendidikan kesadaran lingkungan berbasis ajaran Wana Kertih. Widyalaya: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Budaya, 2(1), 1–17.
Syahriyah, U. U. (2022). Konsep memanusiakan alam dalam kosmologi Tri Hita Karana. Jurnal Ilmu Agama dan Budaya, 6(1), 9–20.
Tenaya, W. B. (2025, 11 September). Tri Hita Karana: Mengenal konsep ekoteologi Hindu. PPIM UIN Jakarta.
Yuniartini, D. S. (2021). "Sad Kertih": Sastra agama, filosofi, dan aktualisasinya. Jurnal Penulisan dan Pengkajian Ilmu Pendidikan, 5(2), 1–15.




