Pelatihan Implementasi Failure Mode Effect Analysis (FMEA) Untuk Meningkatkan Keselamatan Pasien Di Rumah Sakit
DOI:
https://doi.org/10.55314/jcoment.v4i3.572Keywords:
Failure Mode Effect Analysis, Insiden, Keselamatan pasien, Manajemen risiko, Rumah sakitAbstract
Pada program patient safety, penggunaan Failure Mode Effect Analysis (FMEA) dapat digunakan sebagai salah satu metode efektif untuk mencegah insiden keselamatan pasien (IKP) sebelum terjadi. Namun, pelatihan implementasi FMEA ini belum pernah dilakukan di RSUD HM Ryacudu Kotabumi. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tim peningkatan mutu dan keselamatan pasien (PMKP), manajemen RS, dan kepala instalasi/unit untuk mempraktikkan pembuatan FMEA sebagai salah satu metode yang dapat digunakan sebagai manajemen risiko sehingga keselamatan pasien dapat terwujud. Pelatihan menggabungkan metode ceramah, diskusi interaktif dan latihan pembuatan FMEA ini dilaksanakan di aula RSUD HM Ryacudu Kotabumi pada 24 Agustus 2023 dengan melibatkan total 52 peserta terdiri dari manajemen RS yaitu direktur, tiga kepala bidang, sembilan kepala seksi, lima orang tim PMKP, serta 34 petugas kesehatan yang terdiri dari kepala instalasi, kepala ruang rawat inap dan rawat jalan. Pre dan post-test dilakukan untuk mengevaluasi pengetahuan peserta latih sebelum dan setelah pelatihan. Penilaian cara pembuatan FMEA dilakukan setelah latihan kasus. Hasil rata-rata skor pengetahuan peserta latih meningkat sebesar 72,8% setelah diberikan pelatihan. Peserta latih juga dapat mempraktikkan cara FMEA dengan benar. Pelatihan pembuatan FMEA terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan manajemen RS, tim PMKP, dan para kepala instalasi/unit untuk membuat FMEA di RS. Perlu dilakukan pelatihan FMEA secara berkala dengan melibatkan seluruh elemen terkait guna meningkatkan keselamatan pasien di RS.
References
AbuAlRub RF, Al-Akour NA, & Alatari NH. (2015). Perceptions of reporting practices and barriers to reporting incidents among registered nurses and physicians in accredited and nonaccredited Jordanian hospitals. J Clin Nurs, 24(19-20), 2973–2982. doi:https://doi.org/10.1111/jocn.12934
Afaya, A., Konlan, K. D., & Do, H. K. (2021). Improving patient safety through identifying barriers to reporting medication administration errors among nurses: an integrative review. BMC Health Serv Res, 21(1156), 1-10. doi:https://doi.org/10.1186/s12913-021-07187-5
Crow, K. (2012). Failure Modes and Effect Analysis (FMEA): DRM Associaties.
Daud AW. (2020). Sistem pelaporan dan pembelajaran keselamatan pasien nasional (SP2KPN). Retrieved from Jakarta: https://persi.or.id/wp-content/uploads/2020/11/event5-04.pdf
Hospital Patient Safety Committee of Indonesia. (2015). Pedoman Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien (Patient safety incident report guideline). Jakarta: Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit (KKPRS) Retrieved from http://rsjiwajambi.com/wp-content/uploads/2019/09/Pedoman_Pelaporan_IKP-2015-1.pdf
Jenita, A., Arief, Y. S., & Has, E. M. M. (2019). Factor Analysis retaled to the Incident Reporting of Patient Safety Incident. Fundamental And Management, 2(1), 7-15.
Kementerian Kesehatan RI. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 11 Tahun 2017 tentang Keselamatan Pasien. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI
Kevin A.L, Steven C.L, & Beth B. (2001). Potential Failure and Effect Analysis: AIAG Press.
Kohn LT, Corrigan JM, & Donaldson MS. (1999). To err is human: building a safer health system. Washington, DC: National Academy Press, Institute of Medicine.
Law of the Republic of Indonesia No 44/2009 concerning Hospitals. (2009). Law of the Republic of Indonesia Number 44 of 2009 concerning Hospitals. Jakarta: State Secretariat of the Republic of Indonesia Retrieved from https://jdihn.go.id/files/4/2009uu044.pdf
Ministry of Health of Indonesia. (2017). Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia No. 11 of 2017 concerning Patient Safety. Jakarta: Ministry of Health of Indonesia Retrieved from https://www.regulasip.id/book/5076/read
Salmasi S, Khan TM, Hong YH, Ming LC, & Wong TW. (2015). Medication errors in the Southeast Asian countries: A systematic review. PLoS One, 10(9), e0136545. doi:10.1371/journal.pone.0136545
Utami, A. S., Fahmy, R., & Putri, Z. M. (2020). Peran Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) terhadap Mutu Pelayanan Rumah Sakit: Systematik Review. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 20(3), 932-936. doi:10.33087/jiubj.v20i3.1080
Yuwantina, L. H. (2012). Peningkatan Program Patient Safety melalui Metode Failure Mode and Effect Analysis. Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan, 10(2), 61-67.
Published
Issue
Section
Copyright (c) 2023 JCOMENT (Journal of Community Empowerment)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.