Peningkatan Pengetahuan Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular (PTM) Pada Masyarakat Dukuh Wonosari, Kelurahan Bangunkerto, Kabupaten Sleman

Authors

  • Gagah B. Putra Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  • Aisyah Kafa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  • Faried Agung Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  • Fatihah Nurul Azmi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  • Galang Al Fajri Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  • Mujtahiddin Anshori Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  • Tezasha Laura Claretha Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  • Vella Nurfatimah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.55314/jcoment.v5i1.503

Keywords:

Penyakit Tidak Menular, Kesehatan Masyarakat, Pengetahuan Masyarakat

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) adalah penyebab utama kematian di Indonesia, termasuk hipertensi, jantung, diabetes, stroke, dan kanker, dengan 73% kematian disebabkan oleh PTM. Faktor risiko PTM antara lain kurangnya aktivitas fisik, merokok, dan pola makan yang tidak sehat. Prevalensi PTM di Indonesia beragam, seperti hipertensi (25,8%) dan diabetes mellitus (8,5%). Di Daerah Istimewa Yogyakarta, terdapat estimasi 251.100 kasus hipertensi dan 83.568 kasus diabetes mellitus. Survei di Dukuh Wonosari menunjukkan sejumlah warga menderita hipertensi, diabetes melitus, kolesterol tinggi, obesitas, dan memerlukan rujukan ke fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan masyarakat tentang penyakit tidak menular. Metode dalam penelitian ini menggunakan deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional berdasarkan tahapan community diagnosis. Sampel yang digunakan sebanyak 29 orang di Dukuh Wonosari, Kelurahan Bangunkerto, Kepanewon Turi, Kabupaten Sleman. Teknik pengambilan data melalui pengisian kuesioner pre-test dan post-test. Hasil kuesioner dikomparasikan dan diuji menggunakan Paired T Test. Hasil penelitian menujukkan bahwa nilai rata-rata pre-test sebesar 59,3 menjadi rata-rata post-test sebesar 68,62. Sehingga, keberhasilan dalam pengabdian masyarakat ini ditunjukkan melalui hasil kuesioner serta kesesuaian materi penyuluhan terhadap masalah yang sedang dihadapi masyarakat. Peran masyarakat Dukuh Wonosari sangat penting sebagai pelaksana screening, edukator, dan konselor.

References

Puskesmas Kepanewon Turi (2022). Data Survei Puskesmas Kepanewon Turi Juni 2022. Surveilans Epidemiologi Puskesmas Turi.

Riskesdas. Hasil Utama Riskesdas 2018 [Internet]. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2018. Available from: http://www.depkes.go.id/resources/download/info-terkini/materi_rakorpop_2018/Hasil Riskesdas 2018.pdf

Adhania, C. C., Wiwaha, G., & Fianza, P. I. (2016). Prevalensi Penyakit Tidak Menular pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama di Kota Bandung Tahun 2013-2015. JSK, 3(4), 204–211

Kemenkes RI. (2012). Petunjuk Teknis Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM). Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan dan Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular.

Dinkes DIY. (2021). Profil Kesehatan: Surveilans Derajat, Upaya, dan Sumber Daya Kesehatan. Pemerintah Provinsi DIY

Wahidin, M., Agustiya, R.I. and Putro, G. (2023) ‘Beban Penyakit Dan program Pencegahan Dan pengendalian penyakit tidak menular di Indonesia’, Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, 6(2). doi:10.7454/epidkes.v6i2.6253.

Published

2024-05-09

Issue

Section

Article Text: Health