TINJAUAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI RUANG PENYIMPANAN BERKAS REKAM MEDIS RUMAH SAKIT

Authors

  • M. Imron Mawardi Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia
  • Hendra Rohman Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia
  • Ibnu Mardiyoko
  • Fardana Nur Rachma Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55314/jcoment.v1i2.306

Keywords:

Kesehatan, keselamatan kerja, penyebab kecelakaan kerja

Abstract

Pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) masih belum berjalan efektif. Di ruang penyimpanan berkas rekam medis pernah terjadi kecelakaan kerja yaitu petugas terjatuh dari rak penyimpanan pada saat pengambilan BRM. Hal itu disebabkan karena terbatasnya luas ruang penyimpanan berkas rekam medis yang berukuran 7m x 10m yang di dalamnya terdapat 100 rak penyimpanan yang terbuat dari kayu dengan tinggi 2,45m serta jarak antara rak penyimpanan 62cm, selain itu juga terdapat tumpukan berkas rekam medis yang berada di kardus, sehingga membuat ruang filing sempit dan petugas sulit bergerak karena penuh dan sesak. Kurangnya sirkulasi udara serta penggunaan AC yang kurang menyebabkan ruangan menjadi pengap dan berdebu. Kondisi tersebut dapat menyebabkan resiko terjadinya kecelakaan kerja menjadi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) serta hambatan dan upaya dalam pelaksanaan pengambilan berkas rekam medis yang berkaitan dengan K3 di ruang filing RS PKU Muhammadiyah Bantul yang terletak di Jl. Jend. Sudirman no 124 Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian 5 orang yang dipilih langsung dengan cara purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi. Alat pengumpulan data dilakukan dengan cheklist observasi dan pedoman wawancara. Hasil, pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dalam pengambilan berkas rekam medis belum efektif, karena belum adanya SPO khusus untuk mengatur tentang K3 dalam pelaksanaan pengambilan berkas rekam medis di ruang filing. Kondisi ruang filing yang kurang mencukupi untuk ruang filing, ruangan yang kurang luas karena tidak memungkinkan untuk ditambah rak penyimpanan serta masih terbatasnya APD yang ada. Faktor penyebab kecelakaan kerja dikelompokkan menjadi golongan fisik, golongan kimiawi, golongan biologis dan golongan fisiologis.

References

Haerudin, H., Rohman, H., & Susilowati, E. (2018). Pengaruh Implementasi Electronic Medical Record Terdahap Beban Kerja Petugas Filing. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI), 6(2), 129-134.

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 22 1993 Tentang Penyakit Akibat Kerja.

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indoneisa. 2007. Pedoman Management K3 di RS. Nomor 432/MENKES/SK/IV/2007, www.depkes.go.id.

Mangkunegara, A.A. 2003. Managemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung. Remaja Rosdakarya.

Meianti, A., Rohman, H., & Mayretta, A. (2018). Perencanaan Implementasi Unit Kerja Rekam Medis Untuk Klinik Pratama Pancasila Baturetno Wonogiri. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI), 6(2), 135-141.

Manuaba, 2004. Keselamatan Kerja dan Pencegahan Kecelakaan. Jakarta. Tokoh Gunung Agung.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 269/MENKES/PER/III/2008 Tentang Rekam Medis.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 52 Tahun 2018 pasal 1 Tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 66 pasal 1 2016. Tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit.

Undang-Undang No. 14 Tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja.

Undang-Undang No. 44 Tentang Rumah Sakit

Published

2020-04-29

Issue

Section

Article Text: Health