EVALUASI PENERAPAN SIMRS MENGGUNAKAN TECHNOLONGY ACCEPTANCE MODEL DI RUMAH SAKIT CONDONG CATUR
DOI:
https://doi.org/10.55314/jcoment.v1i1.303Keywords:
Evaluasi sistem, TAM, SIMRSAbstract
Penerapan SIMRS di Rumah Sakit Condong Catur Sleman Yogyakarta masih terdapat beberapa kendala yaitu pada jam kerja yang padat pengoperasian SIMRS menjadi lambat dalam melakukan input data dan pengiriman data ke unit lain yang menggunakan SIMRS sehingga data yang dibutuhkan tidak tepat waktu. Pada indikator pelayanan rumah sakit BOR, LOS dan TOI memanfaatkan penerapan SIMRS di rumah sakit tetapi ada beberapa data yang dibutuhkan belum terupdate karena ada beberapa item di SIMRS yang sering Error ketika petugas menginput data pasien, sehingga data yang ada di SIMRS seringkali berubah. Tujuan, mengetahui hasil evaluasi persepsi kemanfaatan (perceived usefulness) penggunaan SIMRS, mengetahui hasil evaluasi persepsi kemudahan (perceived ease of use) penggunaan SIMRS serta mengetahui hubungan antara persepsi kemudahan (perceived ease of use) dengan persepsi kemanfaatan (perceived usefulness) pengguna SIMRS. Jenis Penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Teknik analisis data berupa analisis statistic deskriptif dan analisis statistik non parametris. Kesimpulan: Tingkat persetujuan responden terhadap kemanfaatan SIMRS adalah 82,44% sedangkan tingkat persetujuan responden terhadap kemudahan SIMRS adalah 82,51%. Dari uji korelasi Kendall’s Tau didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi kemudahan dengan persepsi kemanfaatan dengan signifikasi 0,000.
References
Budi, Savitri Citra, 2011, Manajemen Unit Kerja Rekam Medis. Yogyakarta: Quantum Sinergis Medis.
Haerudin, H., Rohman, H., & Susilowati, E. (2018). Pengaruhimplementasielectronic Medical Recordterdahap Beban Kerja Petugas Filing. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI), 6(2), 129-134.
Menkes RI, 2008, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.269/Menkes/III/2008 tentang Rekam Medis. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Permenkes Nomor 82 Tahun 2013 Tentang Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit.
Rohman, H., & Wulandari, M. (2019). Sistem Informasi Manajemen Rawat Jalan Di Klinik Pratama: Surat Keterangan Medis, Laporan Kunjungan Pasien, Obat, Pembayaran. Jurnal Informatika dan Rekayasa Perangkat Lunak, 1(2).
Rohman, H., & Agnia, E. (2019). Pelaporan Posyandu Lansia Puskesmas Banguntapan III: Perancangan Sistem Informasi Berbasis Web. Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM), 7(2), 44-53.
Rohman, H., Prabawati, B. C., & Anaskhan, A. S. (2019). Pembangunan Sistem Informasi Pendaftaran Rawat Jalan Klinik Pratama Harapan Sehat Berbasis Web. SMIKNAS, 12-22.
Rohman, H., Dewi, C. W. P., & Nuswantoro, M. R. (2019). Perancangan Sistem Informasi Pendaftaran Rawat Jalan Berbasis Web Di Klinik Pratama Patalan. SMIKNAS, 23-31.
Rohman, H., Rahmasari, N. I., & Nurhaningrum, Y. (2020). Perancangan Sistem Informasi Pendaftaran Berbasis Microsoft Access Di Klinik Pratama Umum Pelita Hati Banguntapan. Prosiding" Inovasi Teknologi Informasi Untuk Mendukung Kerja PMIK Dalam Rangka Kendali Biaya Di Fasyankes".
Sabarguna BS. 2007. Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit. Yogyakarta: Konsorsium RSI Jateng-DIY.
Undang-Undang RI Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit. Jakarta. 2009.
Vankatesh dan Davis, 2000, A Theoretical Extension of the Acceptance Model: Four Longitudinal Field Studies. Management Science. 46 (2): 425-204.
Vankatesh V., et all, 2003, Yser Acceptance of information Technology: Toward a Unifed View. MIS Quartely. 27 (3): 425-478.
Wibowo, Arief, 2006, Kajian Tentang Perilaku Pengguna Sisten Informasi Dengan Pendekatan Technology Acceptance Model (TAM). Jakarta: Publikasi Universitas Budi Luhur Fakultas Teknology Informasi.
Published
Issue
Section
Copyright (c) 2019 JCOMENT (Journal of Community Empowerment)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.