MODEL KEBIJAKAN PELESTARIAN KAIN TENUN IKAT KALIUDA

Authors

  • Faisal Umbu Lapu Karaha Njara Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa "APMD" Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.55314/jcoment.v3i3.289

Keywords:

Model Kebijakan, Pelestarian, Kain Tenun Ikat Kaliuda

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan model kebijakan yang telah dilakukan Pemerintah desa untuk melestarikan kain tenun ikat Kaliuda di Desa Kaliuda. Penelitian dilakukan menggunakan metode Deskripsi dengan teknik kualitatif. Simbol produksi kain tenun ikat Kaliuda, pemerintah desa telah menetapkan motif yang dipakai oleh pengrajin kain tenun ikat Kaliuda adalah motif kuda, ayam, burung, buaya, penyu, udang, kepiting. Motif diatas mempunyai arti tersendiri tiap-tiap motif. pengrajin wajib mencantumkan motif-motif tersebut Karena dari motif di atas memang warisan dari nenek moyang sehingga perlu di lestarikan agar tidak punah dan juga motif-motif ini mempunyai arti dan sejarah sehingga tidak boleh dirubah, Ataupun Dihilangkan. Pengerjaan kain tenun ikat dikerjakan menggunakan alat tradisional dan masih manual, pewarnaan kain tenun ikat juga di warnai dengan bahan alami seperti kemiri, akar mengkudu, daun nila. Hal tersebut dilakukan pengrajin agar keasrian dari kain tenun ikat Kaliuda dapat terjaga dan dapat dilestarikan. Perlindungan kain tenun ikat Kaliuda oleh pihak pemerintah desa, perlindungan kain dalam bentuk regulasi tertulis belum di lakukan oleh pemerintah dibuktikan dengan keberadaan kain tenun yang bukan asli kain kaliuda yang menggunakan pewarna buatan atau wantek, hal ini merusak citra dan eksistensi dari kain tenun ikat. Dalam tahap produksi pemerintah desa sendiri telah mendukung pengrajin dengan memberikan bantuan kepada masyarakat berupa tali rafia dan benang dan pemerintah desa juga bekerja sama dengan pemerintah daerah telah melakukan perlidungan kain tenun ikat Kaliuda dalam bentuk pemajangan kain tenun ikat Kaliuda di Museum daerah kabupaten. 

References

Anggraeni, 2005: East Sumba: A Hidden Treasure In The Archipelago. Waingapu

Bambang A. S. 2014: Jurnal. Perbedaan model dan teori dalam ilmu komunikasi, Jakarta 2014. Vol.5 no.2 oktober 2014: 1153-1160 1156 (diakses 06 desember 2019). Web: https://media.neliti.com./media/ publications/167480-ID-perbedaan-model-dan-teori-dlam-ilmu-kom.pdf

Hadiyanta, Eka, 2017: Dinamika Pelestarian Cagar Budaya, Yogyakarta Penerbit: Ombak 2017

Ramono, Robert, 2015: Revitalisasi Desa Adat Dan Dampak Sosial Budaya Di Pulau Sumba, Yogyakarta Penerbit: Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Tradisi

Subarsono, 2005: Analisis kebijakan publik Yogyakarta Penerbit: Pustaka Pelajar

Sugiyono, 2015: Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif DAN R&D, Bandung, Penerbit: Alfabeta

Taufiqurakhman, 2014: Kebijakan Publik, Jakarta Penerbit: Universitas Moestoto Beragam Pres

UU Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa

Yunus Rasid, 2014: Nilai-nilai Kearifan Lokal Sebagai Penguat Karakter Bangsa, Yogyakarta Penerbit: CV BUDI UTAMA

Published

2022-09-27