Pemetaan Pasien Penyakit Diabetes Mellitus Dengan Komplikasi Tuberkulosis Paru di Umbulharjo Kota Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.55314/jcoment.v1i1.252Keywords:
diabetes mellitus;, TBC;, pemetaan;Abstract
Latar Belakang: Penyakit diabetes mellitus merupakan penyakit dengan keadaan gula darah yang tinggi yang mengakibatkan penderita memiliki resiko terkena beberapa macam komplikasi, satu diantaranya adalah tuberkulosis paru. Puskesmas di haruskan mampu memberikan pengobatan dan promosi kesehatan terhadap masyarakat guna menciptakan masyarakat yang sehat dan kondusif. Data pasien DM TBC paru di Puskesmas Umbulharjo I dan II masih berupa tabel. Pembuatan pemetaan penyakit perlu dilakukan agar dapat memvisualisasikan data, serta dapat membantu dalam mengambil keputusan untuk pengobatan dan promosi kesehatan. Tujuan: Menganalisis pemetaan pasien DM di wilayah Umbulharjo tahun 2017, dan mengidentifikasi penyebab DM TBC paru. Metode: Jenis penelitian survei dengan rancangan cross-sectional menggunakan sistem informasi geografis. Teknik sampling menggunakan sampling jenuh sebanyak 8 orang. Analisis spasial menggunakan Quantum GIS. Teknik pengumpulan dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Hasil: Proses pengelompokan pasien DM di Puskesmas Umbulharjo I dan II dengan cara manual dan aplikasi SIMPUS, sedangkan DM TBC dengan cara manual (buku khusus TBC). Pemetaan pasien DM tertinggi berada pada Kelurahan Pandeyan dan Sorosutan. Pasien DM TBC paru berjumlah 8 yakni 3 di Pandeyan, 2 di Semaki, dan 1 pasien masing-masing di Sorosutan, Tahunan, dan Muja-Muju. Hasil analisa uji korelasi Pearson N=8, p=0,939>0,05 maka tidak terdapat korelasi yang signifikan dan r= -,036 menunjukkan tidak terdapat hubungan antara kepadatan penduduk di wilayah Kecamatan Umbulharjo dengan pasien DM TBC paru. Hasil wawancara dengan pasien pasien DM TBC paru disebabkan oleh tidak rutin kontrol ke dokter, tidak patuh minum obat, dan tidak olahraga. Kesimpulan: Visualisasi data pemetaan kasus DM TBC kategori tinggi berada di Pandeyan dan Semaki. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pasien DM TBC paru dengan kepadatan penduduk. Pasien DM TBC paru memiliki gaya hidup sehat yang rendah.
References
Arlinda, D., Yulianto, A., Syarif, A. K., Harso, A. D., Indah, R. M., & Karyana, M. (2017). Pengaruh Diabetes Melitus terhadap Gambaran Klinis dan Keberhasilan Pengobatan Tuberkulosis di Tujuh RSU Kelas A dan B di Jawa dan Bali. Media Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan, 27(1), 31–38. https://doi.org/10.22435/mpk.v27i1.4130.31-38
Arliny, Y. (2015). Tuberkulosis Dan Diabetes Mellitus. Jurnal Kedokteran Syiah Kuala, 15(1), 36–43.
Fahmi, M. A. (2016). Prevalensi Diabetes Mellitus Tipe 2 Pada Pasien Tuberkulosis Di Kabupaten Temanggung Jawa Tengah Prevalence Of Diabetes Mellitus Type 2 In Patients With Tuberculosis In Temanggung District Central Java. Jurnal Wiyata, 3(2), 168–173.
Hapsari, P. N. F., & Isfandiari, M. A. (2017). Hubungan Sosioekonomi Dan Gizi Dengan Risiko Tuberkulosis Pada Penderita Dm Tipe 2. Jurnal Berkala Epidemiologi, July, 185–194. https://doi.org/10.20473/jbe.v5i2.2017.185-194
Harso, A. D., Syarif, A. K., Arlinda, D., Indah, R. M., Yulianto, A., Yudhistira, A., & Karyana, M. (2017). Perbedaan Faktor Sosiodemografi dan Status Gizi Pasien Tuberkulosis dengan dan Tanpa Diabetes Berdasarkan Registri Tuberkulosis-Diabetes Melitus 2014. Media Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan, 27(2), 65–70. https://doi.org/10.22435/mpk.v27i2.4134.
Mihardja, L., Lolong, D. B., & Ghani, L. (2016). Prevalensi Diabetes Melitus Pada Tuberkulosis Dan Masalah Terapi. Jurnal Ekologi Kesehatan, 14(4), 350–358. https://doi.org/10.22435/jek.v14i4.4714.350-358
Novita, E., Ismah, Z., & Pariyana, P. (2018). Angka kejadian diabetes melitus pada pasien tuberkulosis. Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, 5(1), 20–25. https://doi.org/10.32539/jkk.v5i1.6122
Rohman, H. (2017). Pola Spasial Persebaran Kasus Tuberkulosis Paru Terhadap Kepadatan Penduduk. Jurnal Keshatan Masyarakat, 978-602-6363-47–3, 8–16.
Rohman, H. (2018a). Kasus Tuberkulosis Dengan Riwayat Diabettes Mellitus Di Wilayah Prevalensi Tinggi Diabettes Mellitus. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, 6(2), 149. https://doi.org/10.33560/.v6i2.201
Rohman, H. (2018b). Spatial Patterns of Pulmonary Tuberculosis Analysing Rainfall Patterns in Visual Formation. International Journal of Public Health Science (IJPHS), 7(1), 13. https://doi.org/10.11591/ijphs.v7i1.11376
Rohman, H., Jannah, H. M., & Muharry, A. (2018). Spatial Pattern Pulmonary Tuberculosis Patient: Accessibility, Environment And Lifestyle Factor In Rural Area. International Seminar Rural Urban and Community Health.
Sugeha, B. (2017). Pengetahuan tenaga kesehatan tentang tuberkulosis paru dan diabetes melitus di Puskesmas Kota Manado. Jurnal Kedokteran Komunitas Dan Tropik, 5(1), 210–216.
Yanti, Z. (2017). Pengaruh Diabetes Melitus Terhadap Keberhasilan Pengobatan Tb Paru Di Puskesmas Tanah Kalikedinding. Jurnal Berkala Epidemiologi, 5(2), 163–173. https://doi.org/10.20473/jbe.v5i2.2017.163-173
Zheng, C., Hu, M., & Gao, F. (2017). Diabetes and pulmonary tuberculosis: a global overview with special focus on the situation in Asian countries with high TB-DM burden. Global Health Action, 10(1), 1264702. https://doi.org/10.1080/16549716.2016.1264702
Published
Issue
Section
Copyright (c) 2019 JCOMENT (Journal of Community Empowerment)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.