Kesisteman Dalam Dewan Perwakilan Daerah Partai Golkar Provinsi D.I.Y
DOI:
https://doi.org/10.55314/tsg.v2i1.91Keywords:
Partai Golkar;, Kesisteman;, Institusional Partai Politik.Abstract
Penelitian ini adalah untuk mengungkapkan fenomena umum yang tergambar dari kehidupan kekuatan sosial politik (Orde Baru, Parpol dan Golkar) terkesan terlalu kaku, struktural, institusional dan formalistik. Seluruh kekuatan sosial politik baik secara diam – diam maupun terang – terangan diarahkan untuk memberikan dukungan berupa legitimasi yang kuat kepada pemerintahan Orde Baru. Runtuhnya rezim orde baru “Soeharto” selaku Ketua Dewan Pembina partai golkar pada tahun 1998 ternyata tidak membawa dampak negatif terhadap kesisteman partai Golkar DIY walaupun di tingkat pusat terjadi pergolakan yang sangat luar biasa, sehingga atas kebijakan anggota partai golkar di dewan pusat mendesak diadakannya Munaslub yang dihadiri oleh semua perwakilan partai golkar baik ditingkat kabupaten/kota maupun propinsi di seluruh Indonesia guna menata kembali (restrukturisasi) kesisteman partai. Penelitin ini menggunakan metode penelitian diskriptif. Fokus penelitiannya adalah derajat kesisteman (systemness) terdiri dari : Asal usul partai, sumber pendanaan, peran pemimpin partai, faksionalisme (pengelompokan), klientelisme (pertukaran dukungan). Jenis dan sumber data didapatkan dari data primer dan data sekunder. Populasi dan sample adalah pengurus DPD Partai golkar DIY. Teknik pengumpulan datanya yaitu melalui, dokumentasi serta wawancara langsung. Teknis analisis data yang di gunakan adalah teknis analisis data kualitatif. Nilai-nilai dan praktik demokrasi sangatlah penting bagi institusionalisasi demokratis dan perkembangan ketangguhan partai Golkar. Tingkat Kesisteman di DPD Partai Golkar Propinsi DIY khususnya, dalam proses internal organisasi partai politik menuju sebuah organisasi yang terlembaga secara mapan, kompleksitas, norma dan perilakunya berdasarkan nilai-nilai yang disepakati bersama yang ditentukan oleh dimensi derajat kesisteman (systemness).
References
Akhbar, A., Miranda, A., Fahrezi, A. N., & Jannah, M. (2020). Analisis Dampak Sistem Multipartai dalam Implementasi Sistem Pemerintahan Presidensil di Era Jokowi & Jusuf Kalla. TheJournalish: Social and Government, 1(1), 28–32.
Angelo Panebianco. (1998). Political Parties: Organization and poer, Cambrigde University Press, cambrigde
Berutu, A. G., Metodologi, P., Kualitatif, Muhadjir, N., Sekolah, B., Uin, P., & Jakarta, H. (2017). Metodologi Penelitian Noeng Muhajir. https://doi.org/10.13140/RG.2.2.20452.73607
Darmawan, J. J., Jati, B. B. P., Darmawan, J. J., & Jati, B. B. P. (2012). Kecenderungan Pemberitaan tentang Reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II di SKH Jawa Pos dan SKH Kompas. Jurnal ILMU KOMUNIKASI, 9(2), Article 2. https://doi.org/10.24002/jik.v9i2.168
IKPNI, I. (2019). Pemberontakan PRRI/Permesta. IKPNI. http://ikpni.or.id/post-kilas-sejarah/pemberontakan-prri-permesta/
koran.tempo.co/, https://koran. tempo. co/. (2004, November 29). Dari Sekber Sampai Partai Golkar—Nasional—Koran.tempo.co. Tempo. https://koran.tempo.co/read/nasional/27973/dari-sekber-sampai-partai-golkar
Nurdamarsah, T. (2018). Politik Masyumi Di Masa Demokrasi Parlementer 1950 – 1959 | Nurdamarsah | Herodotus: Jurnal Pendidikan IPS. https://journal.lppmunindra.ac.id/index.php/herodotus/article/view/2874
Paige Johnson Tan. (1976). “Political parties and the consolidation of Democracy in Indonesia”, Working Paper, Department of political Science, University of North Carolina, Wilmington, tanpa tahun, hal. 6. Lihat juga Giovanni Sartori, Parties and Party System: A framework for Analysis, (Cambridge, Cambridge University Press.
Rahagi, E. (2019). Marketing Politik Calon Legislatif Milenial Partai Golkar Pada Pemilu Legislatif 2019 Studi Kasus:Pemenangan Abraham Sridjaja Sebagai Caleg Dpr Ri Dapil 1 Jawa Timur (SURABAYA-SIDOARJO). http://repository.unair.ac.id/88092/
Richard S. Katz dan Peter Mair. (2003). The Ascendency of the Party in Public Office: Party Organizational Change in Twentieth-Century Democracies, dalam Richard Gunther,Jose Ramon Montero,dan Juan J. Linz, Political Parties: Old Concept and New Challenges, New York: Oxford University Press
Sumarwati, I. (2011). Peran elit lokal terhadap kemenangan Golkar di Kabupaten Sragen pada Pemilu 1992 dan 1997. https://digilib.uns.ac.id/dokumen/20576/Peran-elit-lokal-terhadap-kemenangan-Golkar-di-Kabupaten-Sragen-pada-Pemilu-1992-dan-1997
Suyatno, W. T. (2006). Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia. Partai Golongan Karya. https://www.partaigolkar.com/sentral-organisasi-karyawan-swadiri-indonesia/
Solaksono, Tunjung. (2000).Konflik Pusat-Daerah dalam Rekrutmen Elit Lokal: Studi Kasus Pemilihan Gubernur DIY 1998, Skripsi, Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIPOL UGM, Yogyakarta
Saifuddin Azwar. MA., “Metode Penelitian” Pustaka Pelajar, Yogyakarta, hal.40.
Soerjono Soekanto. (2003). Sosiologi suatu pengantar . PT.raja Grasindo Persada, Jakarta.
Tandjung. Akbar. (2007) The Golkar Way: Survival Partai Golkar di Tengah Turbulensi Politik Era Transisi, PT.Gramedia Pustaka Utama,Jakarta.
Zaetun, S., & Mar’iyah, C. (2020). Politik Kekerabatan Dalam Keterwakilan Perempuan Pada Rekrutmen Politik Partai Nasdem Pada Pemilu 2019. TheJournalish: Social and Government, 1(3), 119–129.
Published
Issue
Section
Copyright (c) 2020 TheJournalish: Social and Government

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Thejournalish: Social and Government This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



