ANALISIS KOMUNIKASI KELOMPOK KOMUNITAS THE POWERBUFF GIRLS DALAM UPAYA MENDUKUNG PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI JAKARTA

Komunitas Powerbuff Girls

Authors

  • Maylaffayza Wiguna LSPR Institute of Communication & Business
  • Elke Alexandrina LSPR Institute of Communication & Business
  • Latifa Ramonita LSPR Institute of Communication & Business

DOI:

https://doi.org/10.55314/tsg.v5i1.737

Keywords:

Komunikasi Kelompok, Komunitas Olahraga, Pemberdayaan Wanita, Studi Gender

Abstract

Olahraga merupakan kegiatan yang semakin digemari masyarakat, sehingga memunculkan berbagai komunitas. Salah satu komunitas olahraga di Jakarta yang aktif menyuarakan gerakan hidup sehat adalah The Powerbuff Girls (TPG). Dalam konteks masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya kesetaraan gender, komunitas olahraga yang aman, nyaman, dan kondusif bagi perempuan menjadi platform yang sangat berarti dalam membantu perempuan meningkatkan kemampuan dan kesehatan fisik maupun mental, meningkatkan rasa percaya diri, dan mendapatkan dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan mengetahui komunikasi kelompok yang terjadi dalam TPG, dalam upayanya mendukung pemberdayaan perempuan, dengan menggunakan pendekatan model pemberdayaan dari Huis et al. Rancangan penelitian ini menggunakan metode kualitatif; data dikumpulkan melalui wawancara kepada penggerak dan anggota komunitas TPG, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang terjalin di dalam komunitas olahraga dapat berdampak positif pada perkembangan keterampilan sosial, kesehatan, dan kemampuan aktivitas fisik, kemampuan dalam kepemimpinan, serta adanya sikap saling mendukung di antara perempuan. Selain itu, komunitas olahraga khusus perempuan bisa menjadi wadah untuk bertukar pikiran, berbagi pengalaman, menambah pengetahuan, saling memotivasi, dan membangun jaringan yang mendukung perkembangan perempuan dalam dunia olahraga. Temuan ini dapat menjadi dasar pengembangan program dan kebijakan yang lebih efektif dalam mendukung partisipasi dan pemberdayaan wanita dalam kegiatan olahraga serta komunitasnya.

References

Gonsalkorale, K. (2015). Group communication and the development of sports community. International Journal of Sport Communication, 8(1), 46-64.

Huis, M. A., Hansen, N., Otten, S., & Lensink, R. (2017). A Three Dimensional Model of Women’ Empowerment: Implications in the Field of Microfinance and Future Direction. Frontiers in Psychology, 8, 1-14.

Kabeer, N. (2005). Gender equality and women's empowerment: A critical analysis of the Third Millennium Development Goal 1. Gender & Development, 13(1), 13-24.

Littlejohn, S. W., & Foss, K. A. (2008). Theories of human communication. Waveland Press, Inc.

Lumsden, G., Lumsden, D., & Wiethoff, C. (1991). Communicating in groups and teams: Sharing leadership. Wadsworth Pub Co.

Mulyana, Deddy. (2017). Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Sen, A. (2001). The many faces of gender inequality. New Republic, 226(9), 35-39.

Sendjaja, S. D. (2018). Teori Komunikasi. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka

Suranto, S. (2011). Komunikasi Interpersonal. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Stromquist, N. P. (2007). The Gender Socialization Process in Schools: A Cross-National Comparison. UNESCO. ED/EFA/MRT/PI/71, 2007.

Wood, J. T. (2009). Interpersonal communication: Everyday encounters. Cengage Learning.

Zusrony, E. (2021). Komunikasi Kelompok dan Jaringan Komunikasi. Bandung, 155-166.

Published

2024-06-13