Analisis Diskursus Pidato Gubernur DKI Jakarta (Pramono Anung) dalam Penanganan Banjir Jakarta
DOI:
https://doi.org/10.55314/tsg.v7i3.1138Keywords:
Motivasi;, Kepuasan;, Kinerja;, KaryawanAbstract
Penelitian ini menganalisis diskursus pidato Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam penanganan banjir menggunakan model Analisis Wacana Kritis (CDA) Teun A. Van Dijk. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis dengan empat korpus pidato periode Februari–Desember 2025. Analisis teks mencakup level makrostruktur, superstruktur, sedangkan analisis konteks sosial-politik mencakup dimensi situasional, institusional, dan sosio-historis. Temuan menunjukkan dua tema makro dominan: keberlanjutan kebijakan sebagai strategi legitimasi, keterbatasan pemerintah dan kolaborasi multistakeholder, serta penanganan banjir proaktif dan terencana. Analisis superstruktur mengungkap pola adaptif komunikasi pemerintahan. Analisis konteks menunjukkan bahwa produksi wacana dipengaruhi tekanan publik melalui media digital, posisi institusional gubernur, dan konteks sosio-historis Jakarta pasca-pemindahan ibu kota. Penelitian ini membuktikan bahwa pidato kepala daerah berfungsi sebagai instrumen strategis dalam membangun legitimasi pemerintahan dan mengelola ekspektasi publik.
References
Dewi, L. L., Nurjaya, I. G., & Utama, I. D. G. B. (2025). Analisis Wacana Kritis Model Teun A. Van Dijk Pidato Perdana Presiden Ri 2024: Critical Discourse Analysis Of Teun A. Van Dijk's Model Of The President Of The Republic Of Indonesia's Inaugurative Speech In 2024. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha, 15(3), 336-347.
Ekayanta, F. B. (2022). Analisis Diskursus Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia Tahun 2020-2022. Komunika, 18(2), 9-16.
Fathonah, S. F. (2025). Analisis Wacana Kritis Pada Pidato Gubernur Kalimantan Tengah Berdasarkan Model Tiga Dimensi Fairclough. Jurnal Borneo Humaniora, 8(2), 65-71.
Febriandy. (2025). Analisis wacana kritis komunikasi politik Presiden Joko Widodo: Citra kepemimpinan dan legitimasi kekuasaan. Jurnal Komunikasi Publik, 7(1), 34–52.
Gunawibawa, E. Y., & Oktiani, H. (2020). Politik & bencana banjir Jakarta 2020: Analisis peta percakapan# JakartaBanjir. Expose: Jurnal Ilmu Komunikasi, 3(1), 60-75.
Lestari, P., Rahmawati, D., & Kurniawan, A. (2024). Respons masyarakat terhadap banjir Jakarta melalui media sosial Twitter/X: Analisis sentimen dan evaluasi kebijakan publik. Jurnal Komunikasi Indonesia, 12(1), 45–62.
Puspitasari, K. (2020). Kapabilitas dan Kepemimpinan Anies Baswedan dalam Penanganan Banjir Jakarta di Detik. com dan Kompas. com. Jurnal Ilmu Komunikasi, 18(2), 221-238.
Syah, R. (2024). Ideologi dan strategi komunikasi dalam pidato politik: Sebuah kajian linguistik kritis. Jurnal Bahasa dan Politik, 11(2), 144–161.
Tapiheru, J., & Santoso, B. (2021). Analisis wacana kritis dan konstruksi realitas sosial dalam komunikasi politik Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial dan Politik, 25(3), 310–328.
Tresnanti, dkk. (2024). Komunikasi bencana hidrometeorologi dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah. Jurnal Manajemen Bencana Indonesia, 10(1), 22–40.
Yazid, M. H., & Abrian, R. (2023). A Dekonstruksi Kekuatan Politik: Kritis Terhadap Wacana Pidato Megawati Soekarnoputri dalam Konsolidasi Relawan PDI Perjuangan pada 22 Agustus 2023: Analisis Wacana. JBI: Jurnal Bahasa Indonesia, 1(1), 38-47.
Canel, M. J. (2007). Communicating governments: A three-country comparison of how governments communicate with citizens. Routledge.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Dwiyanto, A. (2011). Mengembalikan kepercayaan publik melalui reformasi birokrasi. Gramedia Pustaka Utama.
Fairclough, N. (1995). Critical discourse analysis: The critical study of language. Longman.
Fairclough, N., & Wodak, R. (1997). Critical discourse analysis. Dalam T. A. van Dijk (Ed.), Discourse as social interaction (hlm. 258–284). Sage Publications.
Garschagen, M., Hagenlocher, M., Comes, M., Dubbert, M., Sabelfeld, R., Lee, Y. J., Grunewald, L., Lanzendörfer, M., Mucke, P., Neuschäfer, O., Pott, S., Post, J., Schramm, S., Schumann-Bölsche, D., Vandemeulebroecke, B., Welle, T., & Birkmann, J. (2018). World risk report 2016. Bündnis Entwicklung Hilft.
IPCC. (2021). Climate change 2021: The physical science basis. Contribution of Working Group I to the Sixth Assessment Report of the Intergovernmental Panel on Climate Change. Cambridge University Press.
Natadirja, B. M., Mayasari, M., & Hariyanto, F. (2020). Representasi Peristiwa Pidato Joko Widodo Pada Media kompas. com “Politikus Sontoloyo”: Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk. Jurnal Politikom Indonesiana, 5(1), 225-241.
Nimmo, D. (2000). Komunikasi politik: Komunikator, pesan, dan media (Terjemahan T. Mahayana). Remaja Rosdakarya.
Prasojo, E. (2009). Reformasi kedua: Melanjutkan estafet reformasi. Salemba Humanika.
Rijke, J., van Herk, S., Zevenbergen, C., & Ashley, R. (2012). Room for the river: Delivering integrated river basin management in the Netherlands. International Journal of River Basin Management, 10(4), 369–382.https://doi.org/10.1080/15715124.2012.727will
Stoker, G. (1998). Governance as theory: Five propositions. International Social Science Journal, 50(155), 17–28. https://doi.org/10.1111/1468-2451.00106
Texier, P. (2008). Floods in Jakarta: When the extreme reveals daily structural constraints and mismanagement. Disaster Prevention and Management, 17(3), 358–372. https://doi.org/10.1108/09653560810887284
Van Dijk, T. A. (1993). Elite discourse and racism. Sage Publications.
.
https://www.tempo.co/politik/pramono-anung-minta-maaf-belum-bisa-atasi-banjir-di-jakarta-1935169
https://news.detik.com/berita/d-8002389/kata-maaf-dari-pramono-gara-gara-banjir-masih-hantui-jakarta
Published
Issue
Section
Copyright (c) 2026 TheJournalish: Social and Government

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Thejournalish: Social and Government This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



