Implementasi Desentralisasi Asimetris Dalam Tata Kelola Pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.55314/tsg.v7i2.1127Keywords:
desentralisasi asimetris;, tata kelola daerah;, Daerah Istimewa Yogyakarta;, otonomi lokal;, otoritas khususAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi desentralisasi asimetris dalam sistem tata kelola Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan untuk mengkaji implikasinya terhadap tata kelola wilayah dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif menggunakan metode penelitian perpustakaan dengan memeriksa undang-undang, jurnal ilmiah, buku, dokumen kebijakan, dan referensi relevan lainnya terkait desentralisasi asimetris dan status khusus Yogyakarta. Temuan tersebut menunjukkan bahwa penerapan desentralisasi asimetris di DIY tercermin dari adanya kewenangan khusus yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Status Khusus Daerah Istimewa Yogyakarta, termasuk pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur, pengaturan kelembagaan, urusan kebudayaan, administrasi pertanahan, dan tata ruang. Integrasi lembaga tradisional, yaitu Kesultanan Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman, ke dalam sistem pemerintahan modern telah berkontribusi pada stabilitas politik, pelestarian budaya, dan penguatan legitimasi publik terhadap pemerintahan lokal. Namun, masih ada beberapa tantangan, antara lain kebutuhan untuk menyeimbangkan prinsip-prinsip demokrasi dengan legitimasi historis, meningkatkan koordinasi kelembagaan, dan mengoptimalkan pengelolaan dana otsus khusus. Studi ini menyimpulkan bahwa desentralisasi asimetris dalam DIY merupakan model yang berhasil mengakomodasi keunikan lokal dalam sistem negara kesatuan dengan tetap menjaga integrasi nasional. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan studi tentang otonomi daerah, tata kelola daerah, dan desentralisasi asimetris di Indonesia.
References
Anwar, K. (2019). Implementasi tata kelola kelembagaan dalam kerangka keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (Skripsi). Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Aprilia, A. P., & Herida, I. (2024). Penerapan konsep desentralisasi asimetris dalam pemerintahan daerah yang wilayahnya kepulauan. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(17), 46–53.
Dewi, R., & Nuriyatman, E. (2017). Efektivitas Undang-Undang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Jurnal Hukum Respublica, 16(2).
Hartono, Y., & Kastowo, C. (2021). Perwujudan politik hukum desentralisasi asimetris melalui perda dan perdais di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kajian Hasil Penelitian Hukum, 5(2).
Mayrolla, P. R. (2024). Desentralisasi asimetris dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta: Analisis sosio legal (Tesis Magister). Universitas Gadjah Mada.
Muqoyyidin, A. W. (2013). Pemekaran wilayah dan otonomi daerah pasca reformasi di Indonesia: Konsep, fakta empiris dan rekomendasi ke depan. Jurnal Konstitusi, 10(2), 287–310. https://doi.org/10.31078/jk1025
Sukirno, & Kuncahyo, D. (2016). Penerapan desentralisasi asimetris dalam penyelenggaraan urusan keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai basis otonomi bagi terwujudnya kesejahteraan rakyat. Jurnal Cakrawala Hukum.
Supama, Y., & Imbiri, A. (2025). Dualisme pengaturan hukum dalam pengelolaan tanah desa di Daerah Istimewa Yogyakarta. Tunas Agraria, 8(3), 364–379.
Yanto, E., & Ashar, M. (2025). Implementasi kearifan lokal dan demokrasi terhadap praktik pemerintahan Kabupaten Wajo: Implementation of local wisdom and democracy in the practice of Wajo Regency government. Pena Bangsa: Bisnis dan Tata Kelola Publik Adaptif, 1(1), 61–70. https://doi.org/10.69616/pb.v1i1.261
Arifin, F. (2024). Analisis terhadap kebijakan pemerintah dalam mengatur urusan pemerintahan daerah di era desentralisasi asimetris. PROGRESIF: Jurnal Hukum, 18(2), 208–235.
Lambelanova, R. (2022). Paradigma baru desentralisasi asimetris di Indonesia. Jatinangor: Institut Pemerintahan Dalam Negeri.
Mangunsong, N. (2025). Penataan regulasi penyelenggaraan perizinan berusaha di Daerah Istimewa Yogyakarta menuju tata kelola yang efektif (Disertasi Doktor, Universitas Islam Indonesia).
Nurfurqon, A. (2020). Politik hukum otonomi daerah: Studi terhadap desentralisasi asimetris di Indonesia. Khazanah Hukum, 2(2), 73–81. https://doi.org/10.15575/kh.v2i2.8504
Putri, L. V. W., & Fatimah, S. (2024). Desentralisasi asimetris dalam penggunaan tanah Sultan Ground tanpa surat kekancingan di Kota Yogyakarta: Tantangan atau solusi. As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History, 3(1), 1–13.
Susanto, S. N. H. (2019). Desentralisasi asimetris dalam konteks negara kesatuan. Administrative Law and Governance Journal, 2(4), 631–639. https://doi.org/10.14710/alj.v2i4.631-639
Siregar, R., & Fatimah, S. (2023). Dinamika desentralisasi asimetris di Daerah Istimewa Yogyakarta: Kajian kebijakan dan implikasinya dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Jurnal TAPIs: Teropong Aspirasi Politik Islam, 19(2), 64–79.
Tauda, G. A. (2018). Desain desentralisasi asimetris dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia. Administrative Law & Governance Journal, 1(4), 413–435. https://doi.org/10.14710/alj.v1i4.413-435
Wibawa, K. C. S. (2019). Penegasan politik hukum desentralisasi asimetris dalam rangka menata hubungan pemerintah pusat dengan pemerintah daerah di Indonesia. Administrative Law & Governance Journal, 2(3), 400–412. https://doi.org/10.14710/alj.v2i3.400-412
Republik Indonesia. (2012). Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Republik Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Published
Issue
Section
Copyright (c) 2026 TheJournalish: Social and Government

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Thejournalish: Social and Government This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



