Dampak Limbah Cair Industri Batik terhadap Kualitas Lingkungan
DOI:
https://doi.org/10.55314/tsg.v7i3.1117Keywords:
limbah cair batik;, kromium;, analisis kuantitatif;, kualitas air;Abstract
Industri rumahan batik di Desa Sokaraja Kulon memberikan kontribusi ekonomi namun menghasilkan limbah cair yang berpotensi mencemari lingkungan. Penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk menguji kesesuaian karakteristik limbah cair batik terhadap baku mutu lingkungan, menganalisis hubungannya dengan kualitas air sumur, serta mengukur persepsi masyarakat. Menggunakan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan melalui pengujian laboratorium terhadap parameter fisik-kimia dan survei terstruktur kepada masyarakat di radius terdampak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah cair industri batik belum memenuhi baku mutu dengan nilai pH sebesar 11 dan konsentrasi logam berat kromium (Cr) sebesar 10 mg/L. Secara kuantitatif, terdapat korelasi antara jarak sumur dengan tingkat konsentrasi Cr, di mana konsentrasi tertinggi ditemukan pada sumber terdekat. Data kesehatan masyarakat menunjukkan prevalensi keluhan penyakit kulit dan pernapasan yang selaras dengan indikasi paparan logam berat dalam darah. Pengukuran menggunakan skala Likert menunjukkan persepsi masyarakat berada pada angka 80,2% (kategori baik), namun dengan skor pemahaman dampak kesehatan yang masih di bawah rata-rata. Strategi pengelolaan dirumuskan secara sistematis untuk menurunkan beban pencemaran melalui standarisasi ambang batas limbah, penerapan teknologi filtrasi, penguatan pengawasan dan pendampingan instansi terkait (DLH dan Dinkes), serta perluasan edukasi publik.
References
Amru, K. (2024). Strategi Pengelolaan Lingkungan di Bentanglahan Solusional, Fluvio-marine, dan Marine Menggunakan Analisis SWOT di Kabupaten Badung. Jurnal Teknologi Lingkungan, 25, 264-272.
Anggraini, N. (2022). Pengaruh pH dalam Pengolahan Air Limbah Laboratorium dengan Metode Adsorpsi untuk Penurunan Kadar Logam Berat Pb, Cu, Cd. Jurnal Ilmu Lingkungan, 20, 335–343.
Ingvertsen, S. T. (2013). Behaviour of chromium(VI) in stormwater soil infiltration systems. ScienceDirect, 35, 44-50.
Maharani, N. E. (2022). Analysis of Chromium Level in Well Water in the Rifky Batik Industry Environment, Sendang Hamlet, Sendangmulyo Village, Tirtomoyo District, Wonogiri Regency. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Berkala, 4, 67-71.
Mashende, N. G. (2026). Assessment of knowledge and awareness of heavy metals among secondary school student in the vicinity of Mkwawa University College of Education Tanzania. Public Health.
Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2017 tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan Dan Persyaratan Kesehatan Air Untuk Keperluan Higiene Sanitasi, Kolam renang, Solus Per Aqua, dan Pemandian Umum. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Nugrayani, D. (2023). Ecological Risk Potential of Heavy Metals (Cd, Cr, Fe) in Sediment of the Pelus River: The Kayuman Batik Industry, Sokaraja, Banyumas. Journal Kirana, 13, 796–805.
Rahmawati. (2024). Analisis Kualitas dan Tingkat Pencemaran Limbah B3 Terlarut di Aliran Sungai Cideng. Jurnal Ilmu Lingkungan, 22, 215-227.
Setiyono, A. (2017). Pengendalian Kromium (Cr) yang Terdapat di Limbah Batik dengan Metode Fitoremediasi. Unnes Journal of Public Health / Annals Journal of Public Health.
Wacono. (2025). Analisis Hidrogeokimia dan Distribusi Logam Berat Kromium pada Air Groundwater Dangkal.
Widianingsih. (2022). Analisis Skala Likert Terhadap Persepsi dan Peran Masyarakat Terhadap Pencemaran Limbah Cair Industri Batik.
Published
Issue
Section
Copyright (c) 2026 TheJournalish: Social and Government

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Thejournalish: Social and Government This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



