Kantisele sebagai Tindakan Sosial Masyarakat Perdesaan dalam Pemulihan Semangat Hidup di Desa Madodo Kabupaten Muna

Authors

  • Arsan Limowa Halu Oleo University
  • Jamaludin Hos Halu Oleo University

DOI:

https://doi.org/10.55314/tsg.v7i2.1114

Keywords:

Kantisele, tindakan sosial, masyarakat perdesaan, tonuana

Abstract

Penelitian ini membahas Kantisele sebagai tindakan sosial masyarakat perdesaan dalam pemulihan semangat hidup di Desa Madodo Kabupaten Muna. Kantisele merupakan praktik pengobatan tradisional yang dilakukan terhadap seseorang yang diyakini mengalami tisele atau sakit karena kaget dan kakalano lalo atau sakit karena kecewa. Dalam kepercayaan masyarakat Desa Madodo, penyakit tersebut terjadi karena hilangnya tonuana atau semangat hidup dari dalam tubuh seseorang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap masyarakat yang memahami atau terlibat dalam praktik Kantisele. Analisis penelitian menggunakan teori tindakan sosial Max Weber (1947). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kantisele merupakan tindakan tradisional karena diwariskan secara turun-temurun, tindakan berorientasi nilai karena didasarkan pada keyakinan terhadap pentingnya pemulihan semangat hidup, tindakan afektif karena berkaitan dengan rasa kaget, takut, kecewa, dan khawatir, serta tindakan rasional instrumental karena dipilih sebagai cara yang dianggap tepat untuk mengembalikan tonuana. Praktik Kantisele di Desa Madodo juga memperlihatkan peran keluarga dan Bhisa Kantisele dalam menentukan tindakan penyembuhan. Dengan demikian, Kantisele tidak hanya dipahami sebagai pengobatan tradisional, tetapi juga sebagai tindakan sosial masyarakat perdesaan yang mencerminkan tradisi, kepercayaan, nilai, emosi, dan tujuan pemulihan semangat hidup.

References

Febriani, N. A. (2021). Pajjappi (mantra) sebagai pengobatan tradisional masyarakat Bugis di Desa Bila. Aceh Anthropological Journal, 5(2), 176–186.

Fitriani, N. (2020). Relasi pengetahuan dan kekuasaan dukun dalam pengobatan tradisional. 5(1), 27–35. https://doi.org/10.29210/3003475000

González, C. R. G. (2014). Las dimensiones de la gestión del conocimiento y los procesos de desarrollo local comunitario. Acta Universitaria, 24(1), 60–68. https://doi.org/10.15174/AU.2014.509

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1992). Analisis Data Kualitatif. Jakarta: UI Press.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Rani, R. (2023). Social interaction patterns of rural communities in maintaining local wisdom. 2(2), 103–114. https://doi.org/10.35905/continuum.v2i2.13829

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Weber, M. (1947). The Theory of Social and Economic Organization. New York: Oxford University Press.

Published

2026-04-15