Dari Keraguan ke Keyakinan: Transformasi Pemikiran Masyarakat Desa Madodo tentang Budidaya Bawang Merah di atas perbukitan berbatu Minim Air

Authors

  • Sulaiman Sulaiman Pascasarjana, Universitas Halu Oleo
  • Jamaluddin Hos Pascasarjana, Universitas Halu Oleo

DOI:

https://doi.org/10.55314/tsg.v7i1.1091

Keywords:

Transformasi Pemikiran, Difusi Inovasi, Bawang Merah, Sosiologi Perdesaan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses transformasi pemikiran masyarakat Desa Madodo, Kecamatan Kontunaga, Kabupaten Muna, terkait budidaya bawang merah di atas perbukitan berbatu minim air. Permasalahan utama yang diangkat adalah kuatnya persepsi masyarakat mengenai keterbatasan lahan dan sumber air yang selama ini dianggap tidak memungkinkan pengembangan komoditas bernilai ekonomi, serta bagaimana perubahan persepsi tersebut terjadi melalui pengalaman empiris, interaksi sosial, dan dukungan kelembagaan desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh pemahaman komprehensif mengenai dinamika perubahan pemikiran Masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi pemikiran masyarakat berlangsung melalui lima tahapan difusi inovasi menurut Rogers, yaitu pengetahuan, persuasi, keputusan, implementasi, dan konfirmasi. Percobaan awal budidaya bawang merah oleh petani pelopor, keberhasilan panen, serta keterlibatan BUMDes Tangka Liwu melalui pemanfaatan Dana Ketahanan Pangan Desa menjadi faktor kunci yang mematahkan keyakinan lama masyarakat mengenai keterbatasan lahan berbatu. Interaksi sosial antarpetani dan pengamatan langsung terhadap hasil tanaman mempercepat penerimaan inovasi secara kolektif. Selain meningkatkan minat masyarakat untuk kembali mengembangkan pertanian, inovasi ini membuka peluang ekonomi baru yang berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan rumah tangga. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa budidaya bawang merah di Desa Madodo telah berhasil mengubah cara pandang masyarakat terhadap potensi lahan lokal dan membuktikan bahwa keterbatasan ekologis bukan menjadi hambatan bagi pengembangan pertanian bernilai ekonomi. Transformasi pemikiran yang terjadi menunjukkan pentingnya peran bukti empiris, modal sosial, dan dukungan kelembagaan desa dalam mendorong adopsi inovasi pertanian di wilayah perdesaan.

References

Chiquitita, V. H. A., Suwarto, & Padmaningrum, D. (2021). Persepsi Petani Terhadap Teknologi Tumpangsari Tanaman Jagung-Padi Gogo-Kedelai (Turiman Jagole) Spesifik Lahan Kering di Kecamatan Ponjong, Kabupaten. PROSIDING SEMINAR NASIONAL, 192–202.

Estiningsih, W., & Astuty, P. (2025). The Role of Village-Owned Enterprises as Entrepreneurship Incubators : An Empirical Study in Several Rural Areas. Greenation International Journal Of Economics And Accounting, 3(4), 567–574. https://doi.org/https://doi.org/10.38035/gijea.

Moleong, L. J. A. (2007). Jenis dan Pendekatan Penelitian. Proses Kerja Kbl Dalam Menjalankan Program Corporate Social Responsibility Di PT. Pelindo, 1.

Puri, I. T., & Khoirunurrofik. (2021). The Role of Village-Owned Enterprises ( BUMDES ) for The Village Community. Economics Development Analysis Journal, 10(4). http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edaj

Rogers, E. M., & Everett, M. (2003). DIFFUSION OF Third Edition (5th editio). Free Press.

Sugiyono, D. (2010). Memahami penelitian kualitatif.

Ultari, T., & Khoirunurrofik. (2024). The Role of Village-Owned Enterprises (BUMDes) in Village Development : Empirical Evidence from Villages in Indonesia. Jurnal Perencanaan Pembangunan: The Indonesian Journal of Development Planning, VIII(2), 256–280. https://doi.org/https://doi.org/10.36574/jpp.v8i2.

Published

2026-01-03