Struktur Sosial Ekonomi Petani Lokal dan Masyarakat Pendatang dalam Ketertinggalan Ekonomi di Kecamatan Buke Kabupaten Konawe Selatan

Authors

  • Muhammad Imam Alif Wansyah Mangidi Pascasarjana, Universitas Halu Oleo
  • Jamaluddin Hos Pascasarjana, Universitas Halu Oleo

DOI:

https://doi.org/10.55314/tsg.v7i1.1089

Keywords:

struktur sosial-ekonomi, petani lokal, masyarakat pendatang, ketertinggalan ekonomi, Pierre Bourdieu

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur sosial-ekonomi petani lokal dan masyarakat pendatang dalam ketertinggalan ekonomi di Kecamatan Buke, Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya ketimpangan kesejahteraan petani di wilayah pedesaan meskipun sektor pertanian menjadi sumber utama mata pencaharian masyarakat. Perbedaan latar belakang sosial, akses sumber daya, serta strategi pengelolaan pertanian diduga membentuk struktur sosial-ekonomi yang tidak setara antara petani lokal dan masyarakat pendatang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan penelitian terdiri atas petani lokal, petani pendatang atau transmigrasi, serta pengurus kelompok tani. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan perspektif teori Pierre Bourdieu, khususnya konsep modal ekonomi, modal sosial, dan modal kultural, untuk memahami posisi sosial-ekonomi petani dalam struktur pedesaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani pendatang cenderung memiliki modal ekonomi yang relatif lebih baik melalui kepemilikan lahan dan pengelolaan usaha pertanian yang lebih intensif. Dari sisi modal sosial, keterlibatan aktif dalam kelompok tani memberikan akses terhadap bantuan, pelatihan, dan jaringan kelembagaan. Selain itu, petani pendatang juga menunjukkan modal kultural yang lebih kuat melalui kemampuan menerima dan menerapkan teknologi pertanian. Sebaliknya, petani lokal masih menghadapi keterbatasan dalam permodalan, jaringan sosial, dan penguasaan pengetahuan pertanian. Perbedaan penguasaan modal tersebut membentuk struktur sosial-ekonomi yang tidak setara dan mereproduksi ketertinggalan ekonomi petani lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketertinggalan ekonomi petani di Kecamatan Buke merupakan fenomena struktural yang dipengaruhi oleh distribusi modal yang tidak merata.

References

Arman, A. (2018). The Poverty Of Rural And Role And Development Of Agricultural Sector In East Java. Advances in Social Sciences Research Journal, 5(6), 425–431. https://doi.org/10.14738/assrj.56.4639

Badan Pusat Statistik Konawe Selatan. (2025). Kecamatan Buke Dalam Angka 2025. In BPS Kabupaten Konawe Selatan (Vol. 19).

Bourdieu, P. (1986). The forms of capital. In J. Richardson (Ed.), Handbook of Theory and Research for the Sociology of Education (pp. 241–258). New York: Greenwood Press.

De Arcangelis, G., Di Porto, E., & Santoni, G. (2015). Migration, labor tasks and production structure. Regional Science and Urban Economics, 53, 156–169. https://doi.org/10.1016/j.regsciurbeco.2015.06.001

Hufe, P., & Heuermann, D. F. (2017). The local impacts of large-scale land acquisitions: a review of case study evidence from Sub-Saharan Africa. Journal of Contemporary African Studies, 35(2), 168–189. https://doi.org/10.1080/02589001.2017.1307505

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Moleong, L. J. (2019). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Mwangi, M., & Kariuki, S. (2015). Factors Determining Adoption of New Agricultural Technology by Smallholder Farmers in Developing Countries. Journal Of Economics and Sustainable Development, 6(5), 2222–1700. www.iiste.org

Sugiyono. (2020). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Tetep, T., Suherman, A., Susanti, Y., & Nisa, A. (2022). Poverty and Socio-Economic Inequality from Socio-Cultural Perspective. Advances in Economics, Business and Management Research, 220. https://doi.org/10.2991/aebmr.k.220701.008

Published

2026-01-03