Pemberdayaan Masyarakat Kota Surakarta melalui Program Koperasi Merah Putih
DOI:
https://doi.org/10.55314/tsg.v7i1.1085Keywords:
pemberdayaan masyarakat, partisipasi, koperasi, ekonomi berdikariAbstract
Program Koperasi Merah Putih (PKMP) merupakan kebijakan Pemerintah Kota Surakarta untuk mendorong kemandirian ekonomi berbasis komunitas. Ekonomi yang menjadi banyak dijadikan faktor diberbagai lini kehidupan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan proses pemberdayaan masyarakat melalui PKMP dengan pendekatan komunikasi partisipatif. Teori yang mendasari adalah Pemberdayaan Komunitas (Community Empowerment) dari Laverack (2005) dan Tangga Partisipasi (A Ladder of Citizen Participation) dari Arnstein (1969). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 15 informan (pengurus, anggota koperasi, dan fasilitator pemerintah), observasi partisipatif di tiga lokus PKMP, serta analisis dokumen. Analisis data mengikuti model interaktif Miles dan Huberman (1994). Hasil penelitian menunjukkan PKMP memiliki peranan dalam segi pemberdayaan ekomoni dan menunjang partisipasi masyarakat ke tingkat ‘kemitraan’ (partnership) dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan usaha. Pemberdayaan ekonomi tercapai melalui peningkatan kapasitas kewirausahaan, akses permodalan, dan penguatan jaringan pemasaran. Diskusi mengaitkan temuan dengan teori Laverack, di mana peningkatan aset dan kapasitas kolektif menjadi fondasi kemandirian komunitas. PKMP memiliki peran sebagai jembatan komunikasi pemberdayaan yang meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dan kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi kota yang berdikari.
References
Adi, I. R. (2018). Pemberdayaan, penguatan kapasitas, dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 21(2), 93-106.
Arnstein, S. R. (1969). A Ladder of Citizen Participation. Journal of the American Planning Association, 35(4), 216–224. https://doi.org/10.1080/01944366908977225
Badan Pusat Statistik Kota Surakarta. (2023). Kota Surakarta dalam Angka 2023. BPS Surakarta.
Chambers, R. (1997). Whose Reality Counts? Putting the First Last. Intermediate Technology Publications.
Craig, G. (2007). Community capacity-building: Something old, something new? Critical Social Policy, 27(3), 335-359. https://doi.org/10.1177/0261018307078846
Ife, J. (2016). Community Development in an Uncertain World: Vision, Analysis and Practice (2nd ed.). Cambridge University Press.
Laverack, G. (2005). Public Health: Power, Empowerment and Professional Practice. Palgrave Macmillan.
Mardikanto, T. (2013). Pemberdayaan masyarakat dalam perspektif kebijakan publik. Alfabeta.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook (2nd ed.). Sage Publications.
Narayan, D. (Ed.). (2005). Measuring empowerment: Cross-disciplinary perspectives. The World Bank.
Pemerintah Kota Surakarta. (2022). Peraturan Walikota Surakarta Nomor 12 Tahun 2022 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Koperasi Merah Putih. Pemerintah Kota Surakarta.
Prasetyo, A. (2020). Keberlanjutan Koperasi Simpan Pinjam di Jawa Tengah: Analisis Faktor Internal dan Eksternal. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 23(1), 45-60.
Putnam, R. D. (2000). Bowling Alone: The Collapse and Revival of American Community. Simon & Schuster.
Rappaport, J. (1987). Terms of empowerment/exemplars of prevention: Toward a theory for community psychology. American Journal of Community Psychology, 15(2), 121-148. https://doi.org/10.1007/BF00919275
Septiarti, S. W. (2021). Peran Koperasi dalam Mempertahankan Ketahanan Ekonomi Keluarga di Masa Pandemi COVID-19. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 24(2), 112-130. https://doi.org/10.22146/jsp.58721
Servaes, J. (1999). Communication for Development: One World, Multiple Cultures. Hampton Press.
Suharto, E. (2014). Membangun masyarakat memberdayakan rakyat: Kajian strategis pembangunan kesejahteraan sosial dan pekerjaan sosial. Refika Aditama.
Wallerstein, N., & Bernstein, E. (1988). Empowerment education: Freire's ideas adapted to health education. Health Education Quarterly, 15(4), 379-394. https://doi.org/10.1177/109019818801500402
Woolcock, M. (2001). The place of social capital in understanding social and economic outcomes. Canadian Journal of Policy Research, 2(1), 11-17.
Zubaedi. (2012). Desain pemberdayaan masyarakat. Kencana Prenada Media Group.
Published
Issue
Section
Copyright (c) 2025 TheJournalish: Social and Government

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Thejournalish: Social and Government This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



