COLLABORATIVE GOVERNANCE BERBASIS PENDEKATAN PENTA HELIX STAKEHOLDER DALAM MENGATASI PANDEMI COVID-19 DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR
DOI:
https://doi.org/10.55314/tsg.v3i2.264Keywords:
Collaborative governance, penta helix, Covid-19, Lombok TimurAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana upaya penanganan Covid-19 oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dilihat dari perspektif collaborative governance dengan pendekatan penti helix stakeholder. Adapun metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan perangkat metode deskriptif. Dalam proses pengumpulan data, peneliti menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa collaborative governance berbasis pendekatan penta helix stakeholder dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Lombok Timur secara keseluruhan sudah berjalan cukup baik. Indikator struktur jaringan dari sisi keterlibatan aktor sudah memenuhi aspek penta helix, yang terdiri dari pihak pemerintah, swasta, akademisi, organsisasi/komunitas, dan media. Sementara dari sisi sinergitas melalui aspek komunikasi dan koordinasi juga menunjukkan hasil yang baik, meskipun komunikasi dan koordinasi yang dibangun belum melibatkan penta helix sacara keseluruhan. Indikator komitmen terhadap tujuan menunjukkan bahwa kolaborasi yang dibangun sudah berdasarkan komitmen pada tujuan bersama, yang mana tujuan tersebut tertuang secara jelas melalui Pedoman Penanganan Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Lombok Timur. Indikator kepercayaan masih menunjukkan hasil yang belum maksimal, sebab kepercayaan lebih banyak hanya dibangun oleh aktor penta helix dari pihak pemerintah. Indikator dampak sementara sudah cukup baik, sebab dilihat dari ketercapaian laju Covid-19 di Kabupaten Lombok Timur yang hanya berada pada posisi ke 5 dari seluruh Kabupaten/Kota yang ada di NTB.
References
Agustino, Leo. 2020. “Analisis Kebijakan Penanganan Wabah Covid-19: Pengalaman Indonesia”. Jurnal Borneo Administrator, Vol. 16 (2).
Andarafarm.com. (2021). “Simak Perkembangan Virus Korona (Corona) Kabupaten Lombok Timur Per Hari Hingga April 2022”. Diakses melalui https://www.andrafarm.com/_andra.php?_i=daftar-co19-kota&BK_HP=Laptop&idprovget=22&noneg=286-22&negke=606&perhal=50&asc=01000000000 tanggal 04 Juli 2021 Pukul 2.12 WITA.
Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571.
Ansell, Chris, & Alison Gash. 2007. “Collaborative Governance in Theory and Parctice”. Journal of Public Administration Research and Theory, Vol. 18, No. 4. Hlm. 543-571.
Ansell, Cristopher. 2014. “Pragmatist Democracy: Evolutionary Learning as Public Philosophy”. New York: Oxford University Press, Inc.
Antaranews. (2020). “Menko PKM Apresiasi Pemprov NTB Menangani Pandemi Covid-19”. Diakses melalui https://www.antaranews.com/berita/1692650/menko-pmk-apresiasi-pemprov-ntb-menangani-pandemi-covid-19, tanggal 24 Oktober 2020 Pukul 10.20 WITA.
Arrozaaq, D. L. C. (2016). “Collaborative Governance (Studi Tentang Kolaborasi Antar Stakeholders Dalam Pengembangan Kawasan Minapolitan di Kabupaten Sidoarjo)”. Doctoral dissertation: Universitas Airlangga.
Chang, H. J. (2009). Collaborative governance in welfare service delivery: Focusing on local welfare system in Korea. International Review of Public Administration, 13(1), 75-90.
Covid19.go.id. (2020). “Empat Strategi Pemerintah Atasi Covi-19”. Diakses melalui https://covid19.go.id/p/berita/empat-strategi-pemerintah-atasi-covid-19, tanggal 20 Oktober 2020 Pukul 10.05 WITA.
DeSeve, G, E. (2009). “Integration and innovation” in the intelligence community: The role of a netcentric environment, managed networks, and social networks”. In Goldsmith, S., & Kettl, D. F. (Eds.), Unlocking the power of networks; keys to high-performance government (pp. 121-144). Ash Center: Brookings Institution Press.
DeSeve, G, E. (2009). Integration and innovation” in the intelligence community: The role of a netcentric environment, managed networks, and social networks. In Goldsmith, S., & Kettl, D. F. (Eds.), Unlocking the power of networks; keys to high-performance government (pp. 121-144). Ash Center: Brookings Institution Press.
Doberstein, C. (2015). Designing collaborative governnace decision-making in search of a ‘collaborative advantage’. Public Management Review, 18(6), 819-841.
Donahue, Jhon D. & Richard J. Zeckhauser. 2011. “Collaborative Governance: provate roles for public goals in turbulent times”. New Jersey: Princenton University Press.
Dwiyanto, A. (2011). Mengembalikan kepercayaan publik melalui reformasi birokrasi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Harian Nusa. (2020). “Riset CSIS: NTB Terbaik Kegiatan Ekonomi dan Penganganan Covid-19”. Diakses melalui https://hariannusa.com/2020/07/05/riset-csis-ntb-terbaik-kegiatan-ekonomi-dan-penanganan-covid-19/, tanggal 23 Oktober 2020 Pukul 10.34 WITA.
Hermawan, A. (2021). Implementasi Refocussing Dan Realokasi Anggaran Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Dalam Penanganan Covid-19 Di Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat (Doctoral dissertation, IPDN Jatinangor).
Holzer, Marc, et al. 2012. “An Analysis of Collaborative Governance Models the Context of Shared Services”. Dalam Laer Schacher, Hindy Kaefeng, Yang (Ed). The State of Citizen Participation in America. Charlotte: Information Age Publishing.
Huxham, C. (2003). The challenge of collaborative governance. Public Management Review, 2(3), 337-358.
Keast, R.L., Mandel, M., Brown, K.A., & Woolock, G. (2004). Network structure: working differently and changing expectations. Public Administration Review, 64(3), 363-371.
Killian, E. P. (2012). “Paradigma dan problematika diplomasi ekonomi Indonesia”. Jurnal Global & Strategis, 6(2), 170-185
OpsiNTB. (2021). “Pemda Lombok Timur dan SNV Berkolaborasi Lawan Covid-19”. Diakses melalui https://www.opsintb.com/2021/06/pemda-lombok-timur-dan-snv.html pada tanggal 04Juli 2021 Pukul 2.03 WITA.
Radar Lombok. (2020). “Lomba Kampung Sehat Sukses Turunkan Penyebaran Covid-19”. Diakses melalui https://radarlombok.co.id/lomba-kampung-sehat-sukses-turunkan-penyebaran-covid-19.html, tanggal 23 Oktober 2020 Pukul 09.50 WITA.
Radar Lombok. (2020). “Wagub Tegaskan JPS Gemilang Beri Pengaruh Luar Biasa Bagi UMKM di NTB”. Diakses melalui https://radarlombok.co.id/wagub-tegaskan-jps-gemilang-beri-pengaruh-luar-biasa-bagi-umkm-di-ntb.html, tanggal 23 Oktober 2020 Pukul 10.30 WITA.
Reza, I. F. (2014). “Collaborative governance dalam pengelolaan buruh migran internasional di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta”. Tesis: Universitas Gajah Mada.
Sepriansi, Sigit. 2012. “Collaborative Governance dalam Upaya Penanganan Tenaga Kerja Indonesia Bermasalah (TKIB) dari Malaysia di Kota Tanjungpinang Tahun 2016”. Tesis: Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Yogyakarta.
Sudarmo. (2011). “Isu-isu administrasi publik dalam perspektif governance”. Surakarta: Smart Media.
Sudarmo. (2011). Isu-Isu Administrasi Publik dalam Perspektif Governance. Surakarta: Smart Media.
Suryahudaya, Edbert Gani. 2020. “Transaparansi, Klaborasi, dan Resiliensi Kota di Tengah Pande Covid-19”. CSIS Commentaries DMRU-004.
Thomson, A.M & Perry, J.L. (2006). Collaboration processes: Inside the black box. Public Administration Review, 66(1), 20-32.
Tribunnews. (2020). “Indonesia Urutan Ke-3 Negara di Asia dengan Kematian Tertinggi”. Diakses melalui https://www.tribunnews.com/corona/2020/10/04/update-covid-19-global-4-okober-2020-indonesia-urutan-ke-3-negara-di-asia-dengan-kematian-tertinggi, tanggal 21 Oktober 2020 Pukul 10.10 WITA.
Published
Issue
Section
Copyright (c) 2022 TheJournalish: Social and Government

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Thejournalish: Social and Government This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



