ANALISIS PENANGGULANGAN PROGRAM STUNTING DITINJAU DARI EFEKTIVITAS FORUM REMBUG STUNTING SEBAGAI INSTRUMEN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENANGGULANGAN STUNTING DI KALURAHAN GAYAMHARJO
DOI:
https://doi.org/10.55314/tsg.v7i3.1131Keywords:
efektivitas, forum rembug stunting, pemberdayaan masyarakat, partisipasi, penanggulangan stuntingAbstract
Stunting masih menjadi persoalan kesehatan nasional yang berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang. Pemerintah Republik Indonesia menjadikan percepatan penurunan stunting sebagai agenda prioritas melalui pengembangan Forum Rembug Stunting sebagai ruang musyawarah partisipatif hingga tingkat kelurahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Forum Rembug Stunting sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat dalam penanggulangan stunting di Kalurahan Gayamharjo. Analisis dilakukan menggunakan teori evaluasi kebijakan William N. Dunn yang meliputi ketepatan, responsivitas, efektivitas, kecukupan, dan pemerataan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Forum Rembug Stunting memiliki indikasi efektivitas dalam memperkuat kapasitas kolektif masyarakat melalui mekanisme bottom-up. Forum tersebut menyediakan ruang partisipatif bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta mengoptimalkan intervensi program berdasarkan kerentanan wilayah. Selain itu, terdapat tren penurunan jumlah kasus stunting secara bertahap, meskipun penurunan tersebut tidak dapat diatribusikan secara tunggal kepada keberadaan Forum Rembug Stunting. KeberlanjutStunting merupakan masalah nasional yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini menganalisis efektivitas Forum Rembug Stunting sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat dalam penanggulangan stunting di Kalurahan Gayamharjo menggunakan teori evaluasi kebijakan William N. Dunn. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan forum ini efektif sebagai ruang partisipatif bottom-up yang memperkuat kolaborasi lintas sektor dan mengoptimalkan intervensi berbasis kebutuhan lokal. Terdapat tren penurunan kasus stunting, meski tidak teratribusi secara tunggal pada forum ini. Keberlanjutan program masih terkendala kapasitas fiskal desa, beban kerja kader, daya beli masyarakat, dan kesadaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas fiskal kalurahan, integrasi pemberdayaan ekonomi keluarga berisiko, peningkatan kapasitas kader, serta edukasi berkelanjutan guna menjamin keberlanjutan intervensi stunting.an program masih menghadapi kendala kapasitas fiskal desa dan hambatan kultural-ekonomi terkait perilaku hidup bersih dan sehat.
References
Annasthasya, D., Alfindoria, I., Rahayu, S., & Khair, O. I. (2025). Metodologi Penelitian Kualitatif : Tinjauan Literatur Dalam Konteks Pendidikan. 423–429.
Eriyani, T., Mardhiyah*, A., Fitria, N., & Yosep, I. (2024). Pemberdayaan Keluarga dalam Deteksi dan Intervensi Dini Pertumbuhan untuk Pencegahan Stunting. 7, 774–783.
Gedeona, H. T. (2015). Tata Kelola Perencanaan dan Pelaksanaan Pembangunan Kesehatan. XII(April), 95–118.
Hanum, L., Astria, D. N., Imara, T., & Hidayatullah, R. (2025). Telaah Konsep Dasar Penelitian Pendidikan Dan Relevansinya Terhadap Peningkatan Kualitas Karya Ilmiah di Lembaga Pendidikan Islam. 3(April), 442–453.
Muhammad Zakirin, J. A. (2022). Evaluasi Kebijkan Dilihat dari Aspek Dampak Program Awang Kabupaten Barito Timur( Studi Kasus Pada Komponen Pendidikan ). 5, 256–271.
Nuraisya, W., Rachmawati, D. N., & Buli, S. A. (2026). Percepatan Penurunan Stunting Di Desa Minggirsari. 4(1), 28–34.
Ruf, A. M. (2025). Teknik Pengumpulan Data Pada Penelitian Kualitatif. 7(2), 99–109.
Sianipar, C. V., & Bharata, W. (2026). Rembuk Stunting Untuk Mewujudkan Generasi Sehat Desa Kombeng Indah. 5(2), 863–869.
Subhaktiyasa, P. G. (2024). Menentukan Populasi dan Sampel : Pendekatan Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. 9, 2721–2731.
Ule, M. Y., Kusumaningtyas, L. E., Widyaningrum, R., & Riyadi, U. S. (2023). Studi Analisis Kemampuan Membaca dan Menulis Peserta Didik Kelas II. 1.
Wawo, M. E., Carvalo, Y. A., Padak, S. D., Yuniati, Y., Balzano, M., Pali, M. S., Menno, N. S., Ranci, C., Hayon, M., & Subah, Y. A. B. (2024). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Rembuk Stunting : Upaya Bersama Mengatasi Stunting Di Desa Tuakepa , Flores Timur. 3(4), 30–35.
Yuliani, W. (2018). BIMBINGAN DAN KONSELING Metode Penelitian Deskriptis Kualitatif Dalam Perspektif Bimbingan dan Konseling. 2(2), 83–91. https://doi.org/10.22460/q.v1i1p1-10.497
Zulfirman, R. (2022). Implementasi Metode Outdoor Learing dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Agama Islam 1 MAN 1 Medan. 3(2), 147–153.
Published
Issue
Section
Copyright (c) 2026 TheJournalish: Social and Government

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Thejournalish: Social and Government This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



