Membedah Retorika Politik Presiden Prabowo Subianto pada Pidato Hari Buruh Internasional 2026 di YouTube: Analisis Retorika Aristoteles

Authors

  • Atef Fahrudin Universitas Padjadjaran
  • Galang Ikhwan Aji Sabda Universitas Padjadjaran

DOI:

https://doi.org/10.55314/tsg.v7i3.1129

Keywords:

Komunikasi, Media, Politik;, Prabowo Subianto, Retorika

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membedah retorika politik Presiden Prabowo Subianto dalam pidato Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 yang diunggah pada kanal YouTube resmi Prabowo Subianto. Pidato ini dipilih karena menampilkan gaya komunikasi politik yang khas, memadukan naskah formal kenegaraan dengan improvisasi lisan yang spontan di hadapan massa buruh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi terhadap transkrip audiovisual (file SRT) berdurasi 46 menit 17 detik yang berisi 2.479 kata ujaran. Kerangka analisis yang digunakan adalah teori retorika Aristoteles, yaitu ethos, pathos, dan logos, yang diperkaya dengan lima kanon retorika klasik (inventio, dispositio, elocutio, memoria, dan pronuntiatio). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pathos dan logos mendominasi struktur persuasi pidato, ditandai dengan narasi personal tentang latar belakang militer dan pengalaman lima kali mencalonkan diri sebagai presiden, serta pemaparan sejumlah kebijakan konkret seperti Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2026 dan dua Peraturan Presiden tentang perlindungan pekerja. Ethos dibangun melalui protokol kenegaraan, simbol religiusitas dan pluralisme, serta klaim moral antikorupsi. Dari sisi lima kanon retorika, pidato ini memperlihatkan dispositio yang cair karena Presiden secara eksplisit menyimpang dari naskah yang telah disiapkan, serta elocutio yang mencampurkan register bahasa Indonesia formal, dialek Jakarta yang informal, dan bahasa Jawa pada bagian penutup. Temuan ini memperkuat argumen bahwa retorika politik populis kontemporer di Indonesia memanfaatkan platform digital untuk menampilkan kedekatan emosional sekaligus legitimasi kebijakan

References

Aminuddin, S. A. (2022). Comparative Analysis of the State Speeches of President Susilo Bambang Yudhoyono and Joko Widodo using the Aristotelian Perspective. Journal of Governance and Public Policy, 9(1), 71–81. https://doi.org/10.18196/jgpp.v9i1.14017

Ciacu, N., & Tasente, T. (2014). YouTube and Political Communication: Case Study, Romanian’s Parliamentary Parties. Acta Universitatis Danubius. Communicatio, 8(2).

Dinni, D., Hindun, H., Ulandari, G. R., & El Islami, F. I. Z. (2024). Hukum Retorika Aristoteles dalam Pidato Kemenangan Prabowo pada Pilpres 2024 di YouTube KompasTV Dewata. Linguistik: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 9(2), 242–251. https://doi.org/10.31604/linguistik.v9i2.242-251

Eriyanto. (2011). Analisis Isi: Pengantar Metodologi untuk Penelitian Ilmu Komunikasi dan Ilmu-Ilmu Sosial Lainnya. Kencana Prenada Media Group.

Eriyanto. (2012). Analisis Wacana: Pengantar Analisis Teks Media. LKiS.

Fahrudin, A., Bajuri, D., & Billah, S. A. (2022). Analisis Retorika Pidato Presiden Jokowi di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Kanal YouTube Official iNews. JIKA: Jurnal Ilmu Komunikasi Andalan, 5(2), 200–215.

Fikry, A. (2020). Representasi Konsep Retorika Persuasif Aristoteles dalam Pidato Ismail Haniyah untuk Umat Islam Indonesia. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Humaniora, 5(3), 137–145.

Fuhat, S., & Wahab, J. A. (2024). Rhetoric on Trial: An Aristotelian Insight into Najib Razak’s Corruption Case. GEMA Online Journal of Language Studies, 24(3), 73–92.

Garver, E. (1994). Aristotle’s Rhetoric: An Art of Character. University of Chicago Press.

Hasanah, U. (2020). Kualifikasi Da’i: Komparasi Konseptual Retorika Dakwah dan Retorika Aristoteles. Jurnal Komunikasi Islam, 10(2), 256–275. https://doi.org/10.15642/jki.2020.10.2.256-275

Jagers, J., & Walgrave, S. (2007). Populism as Political Communication Style: An Empirical Study of Political Parties’ Discourse in Belgium. European Journal of Political Research, 46(3), 319–345.

Krippendorff, K. (2018). Content Analysis: An Introduction to Its Methodology (4th ed.). Sage Publications.

Littlejohn, S. W., & Foss, K. A. (2014). Teori Komunikasi: Theories of Human Communication (9th ed.). Salemba Humanika.

Moleong, L. J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Mudde, C. (2004). The Populist Zeitgeist. Government and Opposition, 39(4), 541–563.

Mulyana, D. (2017). Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. PT Remaja Rosdakarya.

Nasrullah, R. (2021). Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi (4th ed.). Simbiosa Rekatama Media.

Norris, P., & Inglehart, R. (2019). Cultural Backlash: Trump, Brexit, and Authoritarian Populism. Cambridge University Press.

Perloff, R. M. (2017). The Dynamics of Persuasion: Communication and Attitudes in the 21st Century (6th ed.). Routledge.

Rakhmat, J. (2011). Retorika Modern: Pendekatan Praktis. PT Remaja Rosdakarya.

Rapp, C. (2010). Aristotle’s Rhetoric. In E. N. Zalta (Ed.), The Stanford Encyclopedia of Philosophy. https://plato.stanford.edu/entries/aristotle-rhetoric/

Ritonga, A. D., & Adela, F. P. (2019). Mencermati Populisme Prabowo sebagai Bentuk Gaya Diskursif saat Kampanye Politik pada Pemilihan Presiden 2019. Politeia: Jurnal Ilmu Politik, 12(1), 1–13.

Subiakto, H., & Ida, R. (2012). Komunikasi Politik, Media, dan Demokrasi. Kencana Prenada Media Group.

Sutejo, I. L., & Rusdi, F. (2018). Analisis Framing Media Online tentang Pemberitaan Pidato Prabowo “Tampang Boyolali.” Koneksi, 2(2), 605–611.

Utami, P., Sitinjak, D. R., & Irwan. (2025). Analisis Retorika dan Strategi Komunikasi dalam Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo pada Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) 2025. Jurnal Media Akademik (JMA), 3(12). https://doi.org/10.62281/rmsse591

Wilhelmina. (2024). Analisis Teori Retorika Aristoteles pada Pidato Soekarno dalam Mempersuasi Masyarakat. JIKE: Jurnal Ilmu Komunikasi Efek, 7(1). https://doi.org/10.32534/jike.v7i1.3040

Wodak, R. (2015). The Politics of Fear: What Right-Wing Populist Discourses Mean. Sage.

Published

2026-07-27