PERAN PSYCHOLOGICAL CAPITAL PADA ACADEMIC PERFORMANCE MAHASISWA
Abstract
Perubahan akibat pandemic dirasakan oleh berbagai pihak, tak terkecuali para mahasiswa. Pembelajaran yang dialihkan secara daring menyebabkan sebagian mahasiswa mengalami penurunan dalam performa akademik mereka. Penurunan performa akademik pada mahasiswa selama pandemic ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu psychological capital (modal psikologis). Luthans et al. (2007) menjelaskan psychological capital sebagai sebuah keadaan positif dari psikologi individu yang ditandai dengan adanya self-efficacy, optimism, hope dan resiliency. Dalam kaitannya pada performa akademik, psychological capital membantu mahasiswa untuk dapat bertahan dengan studinya dengan baik, secara mental dan fisik (Riolli, et al., 2012). Lebih lanjut, kaitannya dengan performa akademik, Malik et al. (2021) menyampaikan bahwa social media fatigue berkontribusi pada menurunnya performa akademik mahasiswa. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dan melibatkan subyek penelitian sebanyak 200 mahasiswa usia 18-22 tahun, baik laki-laki atau perempuan, dan mereka telah mengikuti pembelajaran daring minimal 6 (enam) bulan. Teknik analisis yang digunakan adalah Spearman-rho menggunakan program SPSS versi 25.0. Hipotesis penelitian ini adalah terdapat hubungan antara performa akademik dan modal psikologis pada mahasiswa selama mengikuti pembelajaran daring. Dapat diketahui bahwa pada nilai p berada pada sig (2-tailed) = 0.244 dengan nilai p > 0.05 yang berarti tidak ada hubungan antara modal psikologis dan performa akademik. Hal ini berarti tidak terdapat hubungan antara performa akademik dan modal psikologis individu. Dengan demikian hipotesis penelitian ditolak. Hal ini dikarenakan pada alat ukur modal psikologis yang belum memuat konteks pembelajaran daring selama pandemic.
Published
Issue
Section
Copyright (c) 2022 Wanadya Ayu Krishna Dewi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.


