MENGGAGAS PENDIDIKAN SADAR BENCANA
DOI:
https://doi.org/10.55314/jsp.v2i7.167Keywords:
bencana alam, pendidikan, gerakanAbstract
Kemampuan mitigasi bencana menjadi sangat penting untuk didiskusikan kembali. Dalam dua dekade terakhir, setidaknya 12 bencana besar yang telah melanda Tanah Air dengan kerusakan dan kerugian jiwa, fisik, ekonomi, pendidikan, dan lingkungan. Rentetan bencana-bencana tersebut dimulai dengan gempa bumi dan tsunami Aceh dan Nias (2004), sampai gempa bumi dan tsunami Palu (2018) dan tsunami Selat Sunda (2018) (Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana: 2017). Bencana mustahil dihindari, tetapi kewajiban untuk bersiap dan responsif dengan segala rencana pencegahan dan perlindungan ialah hal yang bisa dan harus dilakukan. Tanpa persiapan, bencana minor seperti pasang purnama atau banjir musiman saja akan menyebabkan korban dan kerusakan besar. Dengan rencana, bencana yang lebih besar dapat ditekan jumlah korban dan risiko kerusakannya. Sayangnya, Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang sangat lemah dalam kebijakan pencegahan dan perlindungan bencana alam baik dari segi anggaran, konsep, maupun teknologi (United Nations Office for Disaster Risk Reduction [UNISDR]: 2014)
Published
Issue
Section
Copyright (c) 2021 ellectrananda ash-shidiqqi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.


