Ramadan Tetaplah Ramadan
DOI:
https://doi.org/10.55314/jsp.v2i6.156Keywords:
puisi;, ramadhan;Abstract
Dahaga jiwa kian tak tertahan
Menanti bulan rahmat penuh keberkahan
Bertumpuk sudah noda di dada
Hampir tertutup pintu cahaya
Menyesal tiada guna
Sembunyi tak mungkin lagi
Yang akan datang, aku kan berbeda
Demi Allah, aku tak akan kembali
Akhirnya terdengar senandung kerinduan
Ayat-ayat pelipur lara membasahi dahaga
Bergembira ria walau tanpa kebersamaan
Kirana terpancar lepas duka menyapa
Tak apa, Ramadan tetaplah Ramadan
Bulan penuh berkah membawa sukacita
Kan tetap terbuka, pintu-pintu ampunan
Maka berdoalah untuk esok yang bahagia
Published
Issue
Section
Copyright (c) 2021 Apriyanti Kartika Sari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.


