POTENSI BAKTERI ENDOFIT DARI TANAMAN CIPLUKAN SEBAGAI ANTIBAKTERI
Abstract
Penulis: Ika Afifah Nugraheni, S.P., M.Biotech.
ISBN: xxx-xxx-xxxx-xx-x
Editor: Dinar Mindrati Fardhani, S.P., M.Biotech., Ph.D
Copy Editor: Amanda Iman P
Penata letak: Albas Hermawan
Desain Sampul: Wendi Firnanda
vii+194 Hlm; 18,2 Cm X 25,7 Cm.
Cetakan I, Februari 2023
Deskripsi: Indonesia kaya akan sumber keaneakaragaman hayati. Hal ini harus diimbangi dengan ekplorasi sumber lokal Indonesia, salah satunya adalah mikroorganisme. Populasi mikroorganisme jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan populasi manusia di bumi. Namun, ekplorasi keberadaan mikroorganisme ini masih sangat minim. Kegiatan ekplorasi tidak hanya dapat dilakukan di berbagai sumber baik tanah, air, udara maupun keberadaannya dalam hewan dan tumbuhan. Keberadaan bakteri endofit memberikan hubungan mutualisme bagi tanaman. Selain bermanfaat bagi tumbuhan, bakteri endofit juga berpotensi dalam bidang pertanian, kesehatan maupun industri.
References
Adriyani dan Yessica, F. T. (2013). Isolasi dan karakterisasi actinomycetes sebagai penghasil antibiotik dari sampel tanah pada peternakan sapi di kecamatan Galesong kabupaten Takalar. Jl Ilmiah Biol, 1 (2), 97-100.
Afzal, I., Shinwari, Z.K., Sikandar, S., Shahzad, S. (2019). Plant beneficial endophytic bacteria: mechanisms, diversity, host range and genetic determinants. Microbiol. Research, (22) 1, 36-49.
Agustrina, G. (2011). Potensi propolis lebah madu Apis malifera spp sebagai bahan antibakteri. Skripsi. Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Alfizar dan Iin, P. (2017). Bakteri endofit asal akar kopi dan potensinya sebagai agen pengendali penyakit akar putih Rigidoporus microporus. J Bioleuse, 1 (2): 63-69.
Alkautsari, L. Rina, W., dan Gustina, I. (2015). Uji aktivitas antibakteri ekstrak daun ciplukan (Physalis Minima Linn.) terhadap pertumbuhan bakteri Salmonella Sp. E-Jurnal. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Sumatera Barat. Padang.
Alviana, N. (2016). Uji efektivitas antibakteri ekstrak etanol daun
krisan (Chrysanthemum morifolium Syn. Dendrathema grandiflora) terhadap S. aureus dan E. coli. Skripsi. Fakultas Teknobiologi. Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Yogyakarta.
Amalia, T.I. (2017). Uji aktivitas antibakteri fraksi non-polar N-heksan ekstrak etanolik daun avokad (Persea americana Mill.). Skripsi. Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhamaddiyah Yogyakarta. Yogyakarta.
Amaria, W., Niken, N. K dan Abdul, M. (2019). Kelimpahan populasi bakteri filosfer, rizosfer, dan endofit tanaman kemiri sunan (Reutealis Trisperma (Blanco) Airy Shaw), serta potensinya sebagai agens biokontrol. J TABARO, 3 (1), 305-317.
Amir, L. (2015). Isolasi dan karakterisasi bakteri endofit pada tanaman Acacia decurrens (J.C. Wendl.) Willd. Skripsi. Sekolah Pascasarjana. Institute Pertanian Bogor. Bogor.
Anggara, S.B., Yuliani, Lisa, L. (2014). Isolasi dan karakterisasi bakteri endofit penghasil hormon indole acetic acid dari akar tanaman ubi jalar. Lentera Bio, 3 (3), 10-167.
Anggita, A., Fakhrurrazi, dan Abdul, H. (2018). Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun putri malu (Mimosa Pudica) terhadap bakteri P. aeruginosa. JIMVET, 2 (3), 411-418.
Anwar, M.A., Aziz, S., Ashfaq, K., Aqib, A., Shoaib, M., Naseer, M., Alvi, M., Muzammil, I., Bhutta, Z., Sattar, H., Saleem, A., Zaheer, T., Khanum, F. & Mahmood, A. (2022). Trends in Frequency, Potential Risks and Antibiogram of E. coli Isolated from Semi-Intensive Dairy Systems. Pakistan Vet J, 42 (2), 162-172
Aslam, M., Shahid, M., Rehma, F.U., Naveed, N.H., Al Batool, & Sharif, S., et al. (2011). Purification and Characterization of Bacteriocin Isolates from Streptococcus thermophilus. Afr J of Microbiol Research, 5 (18), 2642-2648.
Bensen, J.H. (2001). Microbiological application a laboratory maual in general microbiology. 8 th Edition.
Bergey’s. (2005). Manual of systematic bacteriology. Department of Microbiology and Molecular Genetics. Michigan State University.
Bhore, S.J dan Sathisha. (2010). Screening of endophytic colonizing bacteria of cyrokinin like compounds: crude colonizing bacterial unsuitable in cucumer cotyledon bioassay. World J Agr Sci, 6 (4), 345-352.
Breakwell, D., Woolverton, C., MacDonald, B., Smith, K., & Robinson, R. (2007). Colony Morphology. American Society for Microbiology. USA.
Brenner, J.D., Krieg, N.R dan James, T.S. (2016). Bergeys manual of systematic bacteriology part a. Second Edition. USA.
Campbell, N.A dan Reece, J.B. (2003). Biology. Edisi Kelima. Erlangga. Jakarta.
Cancer Chemoprevention Research Center (CCRC). (2014). Ciplukan (Physalis angulata L). <http://ccrc.farmasi.ugm.ac.id/?page_id=193>. Diakses tanggal 5 Oktober 2018.
Compant, S., Reiter, B., Sessitsch, A., Nowak, J., Clément, C., Barka, E.A. (2005). Endophytic colonization of Vitis vinifera L. by plant growth-promoting bacterium Burkholderia sp. strain PsJN. Appl. Environ. Microbiol., 71, 1685–1693.
Damayanti, I. (2010). Seleksi bakteri endofit untuk menekan kejadian penyakit layu bakteri (Ralstonia solanacearum) pda tanaman tomat. Skripsi. Fakultas pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Desriani, Ukhradia, M. S. P., Maria, B., Akhmad, R., & Puspita, L. (2014). Isolasi Dan Karakterisasi Bakteri Endofit Dari Tanaman Binahong dan Katepeng China. J Kes Andalas, 3 (2), 89-93.
Dewi, K.A. (2013). Isolasi, identifikasi dan uji sensitivitas Staphylococcus aureus terhadap amoxicillin dari sampel susu kambing peranakkan ettawa (PE) penderita mastitis di wilayah girimulyo, kulonprogo, yogyakarta. J SainVet, 31 (2), 138-150.
Djajusman, S. k., Udijanto, T dan Irmawati. (2014). Daya hambat xylitol dan nistation terhadap pertumbuhan Candida albicans (in vitro). Dent. J. Makalah Kedok Gigi, 47 (3), 164-167.
Dwi, M., Eti, M. B., dan Jismi, M. (2017). Uji kandungan metabolit sekunder tumbuhan obat yang terdapat di kecamatan rambah samo kabupaten rokan hulu. J Med Plants, 1 (2), 1-5.
Dwinanti, S. H., dan Tanbiyaskur. (2014). Rekayasa media padat nonselektif untuk bakteri akuatik. J Akuakul Indonesia, 13 (2), 163–166.
Edhar, A.A., Widyastuti, R dan Djajakirana. (2017). Isolasi dan identifikasi mikroba tanah pendegradasi selulosa dan pektin dari rhizosfer Aquilaria malaccensis. Bul Tanah dan Lahan, 1 (1), 58-64.
Elita, A., Saryono, S., & Christine, J. (2013). Penentuan Waktu Optimum Produksi Antimikroba dan Uji Fitokimia Ekstrak Kasar Fermentasi Bakteri Endofit Pseudomonas sp. dari Umbi Tanaman Dahlia (Dahlia variabilis). J Ind Chem Acta, 3 (2), 56-63.
Fachtihah, Y.F.N. (2011). Potensi bakteri endofit sebagai penghasil enzim kitinase, protease, dan selulase secara invitro. Skripsi, Fakultas Sains dan Teknologi. Jurusan Biologi. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
Fithriyah, N. L. (2015). Isolasi dan identifikasi bakteri endofit dari rumput kebar (Biophytum sp.) sebagai penghasil senyawa antibakteri terhadap bakteri E. coli dan S. aureus. Skripsi. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Malang.
Gerard, J.T., Berdell, R.F dan Christiane L.C. (2003). Microbiology: an introduction 8th edition. Pearson Education. USA
Hafsari, A. R dan Asterina, I. (2013). Isolasi dan identifikasi kapang endofit dari tanaman obat surian (Toona sinensis). Artikel edisi agustus, 7 (2), 175-191.
Hajar, D. (2012). Isolasi, identifikasi, dan analisiskemampuan degradasi hidrokarbon bakteri tanah sampel b, cilegon, banten. Skripsi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.Departemen Biologi. Universitas Indonesia. Depok.
Hakim, S. S., Sri, W. B dan Maman, T. (2014). Sterilisasi Permukaan untuk Mengisolasi Fungi Endofit Akar pada Meranti Tembaga (Shorea leprosula Miq.) di Hutan Penelitian Dramaga. J Silvikultur Trop, 5 (1), 49-53.
Hanudin dan Budi, M. (2012). Prospek penggunaan mikroba antagonis sebagai agens pengendali hayati penyakit utama pada tanaman hias dan sayuran. J Litbang Pertanian, 31(1).
Hanudin, Budiarto, K. dan Budi, M. (2018). Potensi beberapa mikroba pemacu pertumbuhan tanaman sebagai bahan aktif pupuk dan pestisida hayati. J Litbang Pertanian, 37 (2), 59-70.
Haque, M., Quan, H., Zuo, Z., Khan, A., Siddique, N. & He, C. (2020). Pathogenicity of Feed-Borne Bacillus Cereus and Its Implication on Food Safety, Agrobiol Records, 3, 1-16.
Hasanah, F.N., Pringgenies, D dan Wulandari, Y.S. (2012). Karakterisasi metabolit sekunder bakteri simbion Gastropoda Conus miles dengan metode gc-ms sebagai antibakteri mdr (Multi Drug Resistant). J Of Mar Research, 1 (2), 197-202.
Hermawati, L. (2016). Uji aktivitas antibakteri isolat kapang endofit dari daun tanaman paku daun kepala tupai (Drynaria quercifolia (L.) J. Smith) terhadap E.a coli, Salmonella typhi, S. aures dan Bacillus subtilis. Skripsi. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Jakarta.
Hidayat, R dan Alhadi Fatri. (2012). Identifikasi Streptococcus equi dari kuda yang diduga menderita strangles. J Ilmu Pert Indonesia, 17 (3), 199-203.
Huda, C., Salni dan Melki. (2012). Penapisan aktivitas antibakteri dari bakteri yang berasosiasi dengan karang lunak Sarcophyton sp. Maspari Journal, 4 (1), 69-76.
Subtilis untuk menyisihkan Trivalent Chorium (Cr3+) pada limbah cair. J. Teknik ITS, 5 (1), 4-10.
Iqlima, D., Ardiningsih, P., Wibowo, M.A. (2017). Aktivitas antibakteri isolat bakteri endofit B2D dari batang tanaman yakon (Smallanthus sonchifolus (Poepp. & Endl.) H. Rob) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Salmonella thypimurium. JKK, 7 (1), 36-43.
Irdawati., Linda, A., dan Fitri, A. (2017). Isolation and activity test of antimicrobial endophytic bacteria from leaf salam (Syzygium polyanthum Wight). Bio Science, 1 (2), 62-69.
Irianto, H.E. (2012). Mikrobiologi menguak dunia mikroorganisme jilid 1. Yrama Widya. Bandung.
Ismail, N., Luice, A., Taulu dan Bahtiar. (2011). Potensi Corynebacterium sebagai pengendalian penyakit hawar daun bakteri pada tanaman padi. Seminar Nasional Serealia. Hal: 459-465. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian: Sulawesi Utara.
Isniyetty. (2010). Isolasi dan uji antibakteri flavonoid dari daun ciplukan (Physalis Minima Linn). EKSAKTA, 2 (1), 95-102.
Jalgaonwala, R. E, Mohite, B. V, and Mahajan, R. T. (2010). Evaluation of endophytes for their antimicrobial activity from indigenous medicinal plants belonging to north maharashtra region India. Int. J. on Pharm and Biomed Res, 1 (5), 136- 141.
Jeffrey, C & Pommerville, J.C. (2010). Microbial growth and nutrition (chapter 5). Jones & Bartlett Learning Publisher. Sudbury MA.
John, G.H., Noel, R.K., Peter, H.A.S., James, T.S dan Stanley, T.W. (1994). Bergey’s manual of systematic bacteriology second edition volume four. Bergeys Manual Trust Departement of Microbiology. Biological Science. University Of Georgia.
Jumaah, N. & Joshi, S. & Sandai, D. (2014). Prevalence of Bacterial Contamination when using a Diversion Pouch during Blood Collection: A Single Center Study in Malaysia. The Malaysian J of Med Sci. 21 (3), 47-53.
Karimah, T. I. (2017). Analisis asam lemak dalam pertumbuhan bakteri Salmonella typhi ATCC 13311 dengan menggunakan metode kromatografi gas. Skripsi. Fakultas Farmasi, Universitas Setia Budi, Surakarta.
Kartikawati, A.O., Trisilawati dan Darwati, I. (2017). Pemanfaatan pupuk hayati (biofertilizer) pada tanaman rempah dan obat. J Perspektif, 16 (1), 33-43.
Katrin, D., Nora, I., dan Berlian, S. (2015). Uji aktivitas antibakteri dari ekstrak daun malek (Litsea Graciae Vidal) terhadap bakteri S. aureus dan E. coli. JKK, 4 (1), 7-12.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI. (2014). Warta ekspor obat herbal tradisional. Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Jakarta.
Khairani, G. 2009. Isolasi dan Uji Kemampuan Bakteri Endofit Penghasil Hormon IAA (Indole Acetic Acid) dari Akar Tanaman Jagung (Zea mays L.). Skripsi. Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Sumatera Utara. Medan.
Kholifah. (2014). Uji aktivitas ekstrak etanol dan ekstrak air buah pare (Momordica charantia L.) terhadap daya hambat pertumbuhan bakteri Edwardsiella tarda penyebab penyakit Edwardsiellosis pada ikan. Skripsi. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Malang.
Khotib, I. M. (2018). Pengaruh lama fermentasi dan varian konsentrasi dari buah ciplukan (Physalis angulata L.) terhadap aktivitas antioksidan, total bakteri asam laktat dan mutu kimia kefir air sari buah ciplukan. Skripsi. Fakultas Sains Dan Teknologi. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Malang.
Kumala, S dan Ainun, A. P. (2014). Efek Antimikroba dari Kapang Endofi t Ranting Tanaman Biduri. J Farma Indonesia, 7 (2), 111-120.
Kuncoro, H dan Noor, E. S. (2011). Jamur endofit, biodiversitas, potensi dan prospek penggunaannya sebagai sumber bahan obat baru. J. Trop. Pharm. Chem, 1 (3), 250-265.
Kuntari, Z., Sumpomo, dan Nurhamidah. (2017). Aktivitas antioksidan metabolit sekunder bakteri endofit akar tanaman Moringa oleifera L (Kelor). J Pend dan Ilmu Kimia, 1 (2), 80-84.
Kusumaningtyas, R.W., Noer, L., dan Putri, L. (2015). Potential of ciplukan (Physalis angulata L.) as cource of functional ingredient. Procedia Chem, 1 (4), 367-372.
Kusumawati, D. E., Fachriyan, H. Pasaribu., dan Maria, B. (2014). aktivitas antibakteri isolat bakteri endofit dari tanaman miana (Coleus Scutellariodes [L.] Benth.) terhadap S. aureus dan E. coli. Current Biochem, 1 (1), 45-50.
Lathifah, A. (2017). Isolasi, karakterisasi dan uji antimikroba bakteri endofit Lokio (Allium chinense G. Don). Tesis. Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Lawnia, V. (2017). Isolasi dan Identifikasi Serta Studi Asidogenik Bakteri Pada Kotoran Sapi. Skripsi. Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Purwokerto.
Ludwig, W., Noel, R., Krieg, James, T., Daniel, R., Brown, Brian, P., Bruce, J.P., Naomi L., Ward dan William, B.W. (2010). Bergeys manual of determinative bacteriology. Ninth Edition. USA.
Listya, M., Desi, S., & Nur, A. (2017). Isolasi Dan Uji Aktivitas Antibakteri Isolat Bakteri Endofit Dari Daun Cendana (Santalum Album Linn.). Riset Informasi Kes, 6 (1), 58-63.
Mahardika, W.A., Rukmi, M.G.I dan Sri P. (2021). Isolasi kapang endofit (Physialis angulata L) dan potensi antibakteri terhadap Escherechia coli dan Staphylococus aureus. NICHE J of Trop Biol, 4 (1), 33-39
Mahmud, M. S., Alam, M., Nahar, S. & Hossain, M. (2016). Partial purification and characterization of alkaline protease enzyme from Pseudomonas aeruginosa for tannery in Bangladesh. Asian-Australas J of Biosci and Biotechnol, 1 (2), 221-229.
Majed, R., Faille, C., Kallasy, M & Gohar, M. (2016). Bacillus cereus biofilms: same, only different. Front. Microbiol Sec. Food Microbiol, 7, 1-16
Mariska, I. (2013). Metabolit sekunder: jalur pembentukan dan kegunaannya. Retrieved from Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Pertanian: http://biogen.litbang.pertanian.go.id/metabolit-sekunder-jalur-pembentukan-dan-kegunaannya/. Accessed on December 5, 2022.
Masfufah., Puji, A., dan Afghani, J. (2019). Aktivitas antibakteri dari isolat bakteri endofit B.E2 daun tanaman sukun (Artocarpus altilis) terhadap S. typhimurium dan S. aureus. J Kim Khatulistiwa, 8 (1), 79-85.
Merck. (2012). Microbiology manual 12th edition. 689 halaman, German.
Mindar, Yusanaini dan Wellem, H.M. (2017). Identifikasi bakteri pada lobster mutiara (panulirus ornatus) yang dibudidayakan di karamba jaring apung. Med Akuatika, 2 (1), 300-309.
Mudita, M.I. (2017). Pertumbuhan dan nutrisi mikroorganisme. Mikrobiologi. Fakultas peternakan. Universitas Udayana.
Nadia, A. N dan Ilma, A. (2016). Beberapa mikroba patogenik penyebab foodborne disease dan upaya untuk menurunkan prevalensi foodborne disease di Indonesia (Mikroba dalam Foodborne Disease dan Pencegahannya). Artikel Penelitian. Institut Teknologi Bandung. Bandung.
Nasiroh, U., Isnawati dan Guntur, T. (2015). Aktivitas antifungi Serratia marcescens terhadap Alternaria porri penyebab penyakit bercak ungu secara in vitro. Jurnal Lentera Biol, 4 (1), 13-18.
Nofiani, R. (2008). Urgensi dan mekanisme biosintesis metabolit sekunder mikroba laut. J Natur Ind, 10 (2), 120-125.
Nongkhla, W.F.M & Joshi, S.R. (2014). Ephphytic and endophytic bacteria that promote growth of ethnomedicinal plants in the subtropical forests of meghalaya, india. Revista de Biologia Trop, 64 (4).
Nugraheni, I.A., Setianah, H. & Wibowo, D.S. (2021). Aktivitas Antibakteri Isolat Bakteri Endofit Asal Daun Ciplukan (Physalis angulata L.) Terhadap Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Biomedika, 13 (1), 48-55.
Nursanty, R., & Suhartono. (2012). Isolasi, Karakterisasi dan Uji Antimikroba Bakteri Endofit Asal Tumbuhan Johar (Cassia Siamea Lamk.). J Ilmiah Pend Biol Edukasi, 4 (1), 7-10.
Nursulistyarini., Fenni dan Ainy, E. Q. (2013). Isolasi dan identifikasi bakteri endofit penghasil antibakteri dari daun tanaman binahong (Anredera Cordifolia (Ten) Steenis). Seminar Nasional Xi Pendidikan Biologi. Fakultas Kedokteran Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Surakarta. Surakarta.
Nurtjahyani, D.S dan Shyntya, D. (2014). Efektivitas pengenceran terhadap pertumbuhan koloni mikroba pada saus tomat. J Saintek, 11 (2), 65-68.
Nuryani, W., Silvia, E., Hanudin dan Kurniawan, B. (2018). Aplikasi biofungisida berbahan aktif Corynebacterium sp ramah lingkungan dalam pengendalian penyakit karat putih pada krisan. J Tek Lingk, 9 (1), 23-32.
Nurzakiyah. (2016). Isolasi dan identifikasi molekuler bakteri endofit Caulerpa racemosa serta aktivitas antibakterinya terhadap S. aureus dan Methicillin Resistand S.aureus (MRSA). Skripsi. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Islam Negeri Alauddin. Makasar.
Oktavia, N., dan Sri, P. (2018). Isolasi dan uji antagonisme bakteri endofit tapak dara (Catharanthus Roseus, L.) terhadap bakteri E. coli dan S. aureus. Berkala Biotek, 1 (1), 6-12.
Oonmetta-aree, J., Suzuki, T., Gasaluck, P & Eumkeb, G. (2005). Antimicrobial properties and action of galangal (Alpinia galanga Linn.) on Staphylococcus aureus. LWT- Food Sci Tech, 39, 1214-1220.
Pal, A., Chattopadhyay, A., dan Paul, A. K. (2012). Diversity and antimicrobial spectrum of endophytic bacteria isolated from Peaderi foetida L. Int J Curr Pharm Res, 4 (1), 123-127.
Panji, T., Suharyanto dan Marini, W. (2016). Produksi, isolasi dan karakterisasi superoksida dismutase dari spirulina platensis yang dibiakkan dalam serum lateks. E-J Menara Perkeb, 77 (1), 23-35.
Partida-Martinez, L.P.P., Heil, M. (2011). The microbe-free plant: fact or artifact. Front. Plant Sci., 2, 100.
Pranoto, E., Gilang, F dan Hingdri. (2014). Isolation and characterization of endophyt bacteria on highland productif and young tea plant (Camellia Sinensis (L.) O. Kuntze) gmb 7 clone. Biospecies, 7 (1), 1-7.
Pratama, Y., Purbowatiningrum, R. S dan Nies, S. M. (2015). Skrining metabolit sekunder bakteri endofit yang berfungsi sebagai antidiabetes dari daun mimba (Azadirachta Indica). J Kim Sains dan Apl, 18 (2), 73-78.
Pratiwi, S.T. (2008). Mikrobiologi farmasi. Erlangga. Jakarta.
Pratiwi, B. E. (2015). Isolasi dan skrining fitokimia bakteri endofit dari daun rambutan (Nephelium lappaceum L.) yang berpotensi sebagai antibakteri. Skripsi. Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Jakarta.
Pratiwi, M. N. (2019). Aktivita antibakteri fraksi buah jambu wer (Prunus persica (L.) Batsch) terhadap pertumbuhan bakteri S.aureus. Skripsi. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Malang.
Prihandani, S. S., Masniari, P., Susan, M. N., dan Andriani. (2015). Uji daya antibakteri bawang putih (Allium sativum L.) terhadap bakteri S. aureus, E. coli, Salmonella typhimurium dan P. aeruginosa dalam meningkatkan keamanan pangan. Infor Pert, 24 (1), 53–58.
Pulungan, A. S., dan Diana, E. T. (2018). Isolasi dan karakterisasi bakteri endofit penghasil enzim katalase dari daun buasbuas (Premna Pubescens Blume). J Biol Ling, Industri, Kesehatan, 5 (1), 72-80.
Punjungsari, N.T., Wibowo, S.A dan Intan, F.A. (2019). Eksplorasi konsorsium PBRM (Plant Beneficial Rhizozpheric Microorganism). J Viabel Pertanian, 13 (2), 12-15.
Puspita, F., Sukemi, I. S., dan Jenny, M. (2018). Uji Beberapa Konsentrasi Bakteri Bacillus sp. Endofit untuk Meningkatkan Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.). J. Agro Indonesia, 46 (3), 322-327.
Purwanto, U. M. S., Fachriyan, H. P., dan Maria, B. (2014). Isolasi bakteri endofit dari tanaman sirih hijau (Piper Betle L.) dan potensinya sebagai penghasil senyawa antibakteri. Current Biochem, 1 (1), 51 – 57.
Putri, H.M., Sukini dan Yodong. (2017). Mikrobiologi. Buku. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Rahayu, A.S dan Gumilar, H.M. (2017). Uji cemaran air minum masyarakat sekitar margahayu raya bandung dengan identifikasi bakteri Escherichia coli. Indonesian J Pharm Sci and Technol, 4 (2), 50-56.
Rahayu, S. R dan Maruni, W. D. (2018). Uji daya hambat filtrat daun ciplukan (Physalis Angulata Linn) terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus. J Analis Med Bio Sains, 5 (2), 101-106.
Rachmawati, D. U. (2016). Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol, etil asetat dan Petroleum Eter rambut jagung manis (Zea Mays Ssaccharata Sturt) terhadap bakteri S. aureus dan E.coli. Skripsi. Fakultas Sains Dan Teknologi. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Malang.
Rahmadani, F. (2015). Uji aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol 96% kulit batang kayu jawa (Lannea coromandelica) terhadap bakteri S. aureus, E. coli, Helicobacter pylori dan P. aeruginosa. Skripsi. Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Jakarta.
Rahmadani, A.B. (2018). Karakterisasi bakteri endofit daun pare (Momordica charantia L.) yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap Shigella flexneri. Skripsi. Program Sarjana Pendidikan Dokter. Universitas Tanjungpera. Pontianak.
Rahmi. (2014). Kajian efektifitas mikroba Azotobacter sp sebagai pemacu pertumbuhan tanaman kakao (Theobroma cacao L.). J Galung Trop, 3 (2), 44-53.
Resti, Z., Eri, S dan Reflin. (2018) Konsorsium bakteri endofit sebagai pengendali hayati Ralstonia solanacearum dan pemacu pertumbuhan tanaman cabai. Proceed Seminar Masy Biodiver Indonesia, 4 (2), 231-235
Retnowati, Y., Nurhayati, B. , dan Nona, W. P. (2011). Pertumbuhan bakteri S.aureus pada media yang diekspos dengan infus daun sambiloto (Andrographis paniculata). Saintek, 6 (2), 1-9.
Rijayanti, R. P. (2014). Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun mangga bacang (mangifera foetida l.) terhadap S. aureus secara in vitro. Naskah Publikasi. Fakultas Kedokteran. Universitas Tanjungpura. Tanjungpura.
Rohmah, N. S. (2017). Isolasi dan identifikasi bakteri yang berpotensi sebagai agen bioremediasi timbal (pb) dari lumpur lapindo. Skripsi. Fakultas Sains Dan Teknologi. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Malang.
Rutala, W. A., David, J. W., and Healthcare Infection Control Practices Advisory Committee. (2008). Guideline for disinfection and sterilization in helatcare facilities. Department of Health and Human Services. USA.
Ryan, R. P., Kieran, G., Ashley, F., David, J. R dan David, N. D. (2008). Bacterial endophytes: recent developments and applications. FEMS Microbiol Lett 27 (8), 1-9.
Safrida, Y. D., Cut, Y dan Cut, N. D. (2012). Isolasi dan karakterisasi bakteri berpotensi probiotik pada ikan kembung (Rastrelliger sp.). Depik, 1 (3), 200-203.
Salaki, C. L. (2011). Isolasi dan karakterisasi bakteri indigenous (Bacillus cereus Frank.) sebagai agensia pengendali hayati hama kubis. J Eugenia, 17 (1), 10-15.
Samrot, A.V., Chandana, K., Senthilkumar, P., Kumar, N. (2011). Optimization of prodigiosin production by Serratia marcescens SU-10 and evaluation of its bioactivity. International Reasearch J of Biotech, 2 (5), 128-133.
Sanders, R.E. (2012). Aseptic laboratory techniques: plating methods. J of visualized experimen. Hal 1-18.
Sardiani, N., Magdalena, L., Risco, G.B., Dody, P., Syahribulan dan Zaraswati, D. (2015). Potensi Tunikata Rhopalaea sp sebagai sumber inokulum bakteri endosimbion penghasil antibakteri: 1. karakterisasi isolat. J Alam dan Ling, 6 (11), 1-10.
Sari, N. I. P. (2018). Isolasi, karakterisasi dan aktivitas antimikroba bakteri endofit pada lamun Thalassia hemprichii terhadap pertumbuhan bakteri Bacillus cereus, P. aeruginosa dan jamur Candida albicans. Artikel Penelitian. Program Studi Pendidikan Biologi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Mataram.
Sari, P. P., Rita, W. S., dan Puspawati, N. M. (2011). Isolasi dan identifikasi senyawa tanin dari daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.). Skripsi. Fakultas Sains Dan Teknologi. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Malang.
Sembiring, V.R.Y., Nugroho, A.P dan Istianto. (2013). Kajian penggunaan mikroorganisme tanah untuk meningkatkan efisiensi pemupukan pada tanaman karet. Warta Perkaretan, 32 (1), 7-15.
Setiani, A.N., Nurwinda, F dan Dewi, A. (2018). Pengaruh desinfektan dan lama perendaman pada sterilisasi eksplan daun sukun (Artocarpus atilis). J of Trop Biological, 6 (3), 78-82.
Setianah, H. (2020). Isolasi bakteri endofit dari tanaman ciplukan (Physals angulata L.) berpotensi sebagai antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri patogen. Skripsi. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Yogyakarta.
Setianah, H., Nugraheni, I.A. & Wibowo, D.S. (2021). Aktivitas Antibakteri Isolat Bakteri Endofit Asal Daun Ciplukan (Physalis angulata L.) Terhadap Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. J. Health of Studies, 5 (1), 50-61.
Setyaningrum, S. (2015). Kontaminasi patogen pada sumber air dan upaya penyisihan patogen dalam proses produksi air bersih. Skripsi. Fakultas Teknologi Industri. Institut Teknologi Bandung. Bandung.
Shofiyani, A dan Neni, D. (2015). Pengembangan metode sterilisasi pada berbagai eksplan guna meningkatkan keberhasilan kultur kalus kencur (Kaemferia galangal L). Jurnal AGRITECH, 17 (1), 55-64.
Suarjana, K.G.I., Besung, K.N.I., Hapsari, M dan Ketut, T.P.G. (2017). Isolasi dan identifikasi bakteri. Modul. Fakultas Kedokteran Hewan. Universitas Udayana.
Sudana, I.M. (2004). Identifikasi Patogen Penyebab Layu Pisang dan Tingkat Patogenitasnya pada beberapa Jenis Pisang Lokal Bali. Agritop, 23, 82-87.
Sudigdoadi, S. (2015). Mekanisme timbulnya resistensi antibiotik pada infeksi bakteri. Artikel Penelitian. Fakultas Kedokteran. Universitas Padjadjaran.
Sudin, Sulistijowati, R. & Harmain, R.M. (2020). Penapisan dan pola pertumbuhan bakteri kitinolitik dari cangkang rajungan (Portunus pelagicus). Jambura Fish Proces. J., 2(1), 36-45.
Sulichantini, E. D. (2015). Produksi metabolit sekunder melalui kultur jaringan. Seminar Nasional Kefarmasian Ke-1 (205-212). Universitas Mulawarman. Samarinda.
Sulistyani, N dan Iin, N. (2015). Aktivitas Cairan Kultur Bakteri Penghasil Antibiotik
(Isolat P301) terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan Optimasi Waktu Produksi Metabolit Sekunder. J Ilmu Kefarmasian Ind, 13 (2), 181-186.
Sulistiyani, T. R., dan Puspita, L. (2016). Keragaman bakteri endofit pada tanaman Curcuma heyneana dan potensinya dalam menambat nitrogen. Widyariset, 2 (2), 106 – 117.
Sulistiyani, T.R. & Kusumawati, D.H. (2019). Keragaman Bakteri Endofit Penghasil L-Asparaginase Bebas L-Glutaminase. J Kefarmasian Ind, 9 (1), 28-39
Sunny, F., Tri, H. K., dan Ariani, H. (2016). Isolasi dan karakterisasi bakteri penghasil senyawa antibakteri yang berasosiasi dengan karang batu dari perairan bitung dan spons dari selat makassar. Bioma, 12 (1), 42-49.
Supriatin, Y dan Rahayyu, M. (2016). Modification of carry-blair transport media for storage Salmonella typhi. J Teknol Laboratorium, 2 (5), 72-73.
Suriani, S., Soemarno, Suharjono. (2013). Pengaruh suhu dan pH terhadap laju pertumbuhan lima isolat bakteri anggota genus Pseudomonas yang diisolasi dari ekosistem sungai tercemar deterjen di sekitar kampus Universitas Brawijaya. J-PAL, 3 (2), 58-62.
Susanti, R. F., Sartika, G., Ignatius, J. R., Rachel, A., dan Ashanty, S. (2013). Ekstraksi batang physalis angulata dengan air subkritik. Laporan Penelitian. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Universitas Katolik Parahyangan.
Susilowati, R. (2017). Analisis karakter morfologi, anatomi, dan struktur sekretori tanaman ciplukan (Physalis angulata L.). Skripsi. Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Taryati. (2010). Evaluasi penambahan ekstrak ciplukan (Physalis angulata) dalam air minum terhadap daya hambat bakteri Salmonella typhimurium dan performa puyuh (Coturnix coturnix japonica) 0-4 minggu. Skripsi. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Tay, L., Goh, K. T. & Tan, S. E. (2008). An outbreak of Bacillus cereus food poisoning. Singapore Med J, 23 (04), 214-217.
Timmusk, S., Paalme, V., Pavlicek, T., Bergquist, J., Vangala, A., Danilas, T., Nevo, E. (2011). Bacterial distribution in the rhizosphere of wild barley under contrasting microclimates. PLoS One, 6, e17968.
Tulopitu, D. E., Mathur, A., Ngo, C & Man, S. M. (2021). Bacillus cereus: epidemiology, virulence factors, and host–pathogen interactions. Trends in Microbiol, 29, 457-471.
Ulfa, A., Suarsini, E dan Muhdhar, A.I.H.M. (2016). Isolasi dan uji sensitivitas merkuri pada bakteri dari limbah penambangan emas di sekotong barat kabupaten lombok barat: penelitian pendahuluan. Proceed Biol Edu Conf, 13 (1), 793-799.
Varghese, N. & Joy, P.P.. (2014). Microbiology Laboratory Manual. Pineapple Research Station. Kerala.
Vitasari, O. N. (2012). Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun ciplukan terhadap S. aureus dan P. aureginosa. Skripsi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Sebelas Maret. Surabaya.
Wahyuningsih, N. & Zulaika, E. (2018). Perbandingan Pertumbuhan Bakteri Selulolitik Pada Media Nutrient Broth dan Cellulose. J. Sains dan Seni ITS, 7 (2), 36-38.
Wibowo, T. C dan Yuliani, R. (2015). Aktivitas antibakteri ekstrak etanol buah pare (Momordica charantia L.) terhadap bakteri E.coli dan S.aureus.Multiresisten antibiotik beserta uji bioautografinya. Naskah Publikasi. Fakultas Farmasi. Uniiversitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta.
Widowati, T., Bustanussalam., Harmastini, S., dan Partomuan, S. (2016). Isolasi dan identifikasi kapang endofit dari tanaman kunyit (Curcuma Longa L.) Sebagai penghasil antioksidan. Biopropal Industri, 7 (1), 9-16.
Wikananda, I. D., Hendrayana, M. A & Pinatih, K. J. P. (2019). Efek antibakteri ekstrak ethanol kulit batang tanaman cempaka kuning (M. champaca L.) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. E-J Med, 8 (5).
Wilson, W., Yekti, A.P dan Langkah, S. (2017). Isolasi, karakterisasi dan skrinning antimikrobia bakteri endofit tanaman purwoceng (Pimpinella pruatjan Molk.). J Labora Medika, 1 (1), 1-6.
Winarti., Dewi, K., dan Enny, F. (2009). Isolasi, identifikasi dan uji aktivitas antibakteri minyak atsiri akar sidaguri (Sida rhombifolia Linn). J Kim Sains dan Apl, 12 (2), 52-56.
Wondal, B., Elvy, L. G., Veibe, W., Stenly, W., Sandra, O. T dan Ferdinand, F. T. (2019). Isolasi bakteri laut dari Perairan Malalayang Sulawesi Utara. J Pesisir dan Laut Trop, 7 (3), 183-189.
Wulandari, R. H., Pujiyanto, S & Jannah, S. N. (2020). Pengaruh penambahan sumber karbon terhadap produksi antibakteri isolat endofit a1 tanaman ciplukan (Physalis angulata L.) terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. NICHE J of Trop Biol, 3(2), 80-88.
Yandila, S., Dwi, H. P., dan Mades, F. (2018). Kolonisasi bakteri endofit pada akar tumbuhan andaleh (Morus macroura Miq.). Bio-site, 04 (2), November, 61-67.
Yani, RB. (2016). Pengaruh pH dan suhu terhadap produksi antibiotik dari isolat bakteri endofitik pada tumbuhan andalas. J Silvikultur Trop, 12, 172-177.
Yulianti, T. (2012). Menggali potensi endofit untuk meningkatkan kesehatan tanaman tebu mendukung peningkatan produksi gula. Perspektif, (11). 2: 111-122.
Yulitaasary, A.T., Asyiah, I.N, dan Iqbal M. (2017). Isolasi dan identifikasi azotobacter dari rhizosfer tanaman kopi (Coffea canephora) yang terserang nematoda parasit Pratylenchus coffeae. Saintifika, 19 (2), 13-23
Yulvizar, C. (2013). Isolasi dan identifikasi bakteri probiotik pada Raastrelliger sp. Biospecies, 6 (2), 1-7.
Yusmaniar, Wardiah dan Nida, K. (2017). Mikrobilogi dan parasitologi. Bahan ajar Farmasi. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Zulfa, I. (2016). Isolasi dan uji aktivitas antibakteri kapang endofit akar tanaman kayu jawa (Lannea coromandelica (Houtt.) Merr). Skripsi. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Jakarta.




