PENGARUH EMPLOYEE ENGAGEMENT TERHADAP SUBJECTIVE WELL-BEING PADA GURU PEREMPUAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN KOTA YOGYAKARTA

Authors

  • Mustaqim Setyo Ariyanto

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui employee engagement terhadap subjective well-being. Subjek dalam penelitian ini adalah 150 guru perempuan SMK di Kota Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel yang digunakan untuk penelitian ini adalah teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala subjective well-being dan skala employee engagement. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi. Hasil analisis data diperoleh nilai t = 2,087 dengan p = 0,000 (p < 0,01) menunjukkan pengaruh yang sangat signifikan antara subjective well-being dengan employee engagement. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat dilihat bahwa terdapat pengaruh yang sangat signifikan antara employee engagement terhadap subjective well-being guru perempuan.

References

Bafadal, I. (2009). Peningkatan Profesionalisme Guru Sekolah Dasar. Jakarta: Bumi Aksara.

Bakker & Leiter. (2010). Work engaegement a handbook of essential theory and research. USA dan Canada: Psychology Press.

Carr.A. (2011). Positive scyhology : The Science of Happines and Human Strengths. USA and Canada.

Compton, W., C. (2005). Introduction to Positive Psychology. USA: Malloy Incor-porated.

Creswell, J. W. (2015). Penelitian kualitatif & desain riset. (Helly P. Soetjipto & Sri Mulyantini Soetjipto, Penerjemah). Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Danim, S. (2004). Motivasi kepemimpinan dan efektivitas kelompok. Jakarta: Rineka Cipta.

Davis, K. (1989). Human Relation at Work. Tokyo: McGraw – Hill Book Company.

Davis, K. & Newstorm, J. W. (1989). Human Behavior at Work. Tokyo: McGraw – Hill Book Company.

Dernovsek D. (2008). Creating hightly engaged and commited employee starts at the top and ends at the bottom line. Credit Union Magazine: Credit Union National Association, Inc.

Diener, E., Lucas, R.E. & Oshi S. (2005). Subjective Well-Being: The Science and Happiness and Life Satisfaction. Handbook of Positif Psychology.Oxford; Oxford University Press.

Diener, E. (2009). The Science of Well-Being The Collected Works of Ed Diener. USA: Springer.

Diener, E. (2000). Subjective well-being.The science of happiness and a proposal for a national index.American Psychologist, 55, 34-43.

Fikri, H. T. dan Defra, Y. (2015). Hubungan Employee Engagement dengan Kinerja Perawat Rumah Sakit di Kota Pariaman. Jurnal RAP UNP, Vol 6, No. 1, Mei 2015, hlm 1 – 10.

Fisher, G. G., Bulger, C. A., & Smith, C. S. (2009). Beyond work and family: a measure of work / non work interference and enhancement. Journal of Occupational Health Psychology, 14(4), 441-456.

Gallup. (2006). Gallup study: Engaged employees inspire company innovation national survey find that passionate workers are most likely to drive organizations forward. The Gallup Management Journal.

Hartanto, E. W dan Kurniawan, J. E.(2015). Hubungan Antara Iklim Organisasi Dengan Subjective Well-Being Pada Karyawan Di Perusahaan X. Jurnal Psikologi Teori & Terapan.Volume: 5. Nomor: 2. 2015.

Harris, O., J. Jr. (1984). Managing People at Work. Canada: John Willey & Sons, Inc.

Hefferon, K., Boniwell, I. (2011). Positive Psychology Theory, Reasearchand Applications. New York:McGraw Hill.

Imelda. J. (2013).Perbedaan Subjective Well-Being Ibu Ditinjau Dari Status Bekerja Ibu.Calyptra: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya. 2(1). 2013.

Indrayani. P. A. (2013). Model Pengembangan Subjective Well-Being Pada Masa Pensiun. Calyptra: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya. 2(1). Tahun 2013.

Keyes, C, L, M.,Shmotkin, D. & Ryff, C, D. (2002). Opmizing well-being: the empirical encounter of two traditions. Journal of Psychology and Social Psychology. 82. 1007-1022.

Lopez, S. J. dan Synder, C. R. (2007). Positive psychology. Thousand Oaks: Sage Publications.

Maier, J. B. (1996). Manajemen Era Baru : Beberapa Pandangan Mengenai Budaya Perusahaan Modern. Jakarta : Erlanggga.

McKnight, D. H., Sohel A., & Roger G. S. (2001). When do feedback, incentive control, and autonomy improve morale? The importance of employee-management relationship closeness. (Statistical data included). Journal of Managerial Issues, 13(4), 466-481.

Mujamiasih. M, Prihastuty. R dan Hariyadi.S. (2013). Subjective Well-Being (SWB): Studi Indigenous Karyawan Bersuku Jawa. Journal Of Social and Industrial Psychology. 2(2). Tahun 2013.

Pavot, W. & Diener, E. (2004). The Subjective evaluation of well-being in adulthood: Findings and Implication. Ageing International, 2 (2), 113-135.

Pidarta, M. (1988). Peranan kepala sekolah pada pendidikan dasar. Jakarta: Gramedia.

Robbin, S. P. (2006). Perilaku Organisasi. Benyamin Molan (penterjemah). Indonesia: PT. Mancanan Jaya Cemerlang.

Robbins, S. P. & Judge, T. A. (2008). Perilaku organisasi. Jakarta: Salemba Empat.

Robertson, I. T., & Cooper, C. L. (2010). Leadhership & Organization Develompment Journal. Full Engagement: the integration of employee engagement and psychological well being, 324 – 336.

Rothmann, S., & Welsh, C. (2013). Management Dynamics. Employee engagement: The role of psychological conditions. 14 – 25.

Schaufeli, W. B. & Bakker, A. B. (2003). UWES – Utrecht work engagement scale: Preliminary Manual. version 1. Utrecht University: Occupational Health Psychology Unit.

Published

2022-12-30